
Persipura Jayapura gagal menang playoff Championship hadapi Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jumat (852026). (Persipura)
JawaPos.com – Persipura Jayapura harus menerima hukuman akibat kerusuhan suporter dalam laga playoff promosi Championship 2025-2026 kontra Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, pada 8 Mei lalu.
Namun, putusan Komite Banding (Komding) PSSI memberikan sedikit angin segar bagi Mutiara Hitam menjelang tampil di Championship musim 2026-2027.
Sebelumnya, Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi berupa larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton selama satu musim penuh serta denda sebesar Rp 30 juta. Persipura kemudian mengajukan banding dengan harapan hukuman tersebut dapat diringankan.
Hasilnya, Komding menolak seluruh permohonan banding yang diajukan Persipura. Namun, terdapat perubahan bentuk hukuman yang dinilai lebih ringan dibandingkan putusan awal.
Dalam putusan terbaru, Persipura hanya dilarang menggelar laga kandang dengan penonton pada putaran pertama Championship 2026-2027. Sementara itu, pada putaran kedua dan seterusnya, Persipura masih bisa menghadirkan penonton, tetapi harus menutup tribun utara dan tribun selatan stadion.
Di sisi lain, nominal denda justru mengalami kenaikan signifikan. Dari sebelumnya Rp 30 juta, Komding memutuskan Persipura harus membayar denda sebesar Rp 200 juta.
Manajemen Persipura menyambut perubahan bentuk hukuman tersebut secara positif. Manajer Persipura, Owen Rahadian, menilai keputusan Komding setidaknya memberikan ruang bagi klub untuk melakukan pembenahan secara bertahap.
“Ya, tentunya ini sangat meringankan dibandingkan tidak ada penonton sama sekali selama satu musim. Sekarang jadinya hanya satu putaran. Ini juga memberi kami waktu untuk berbenah secara internal dan melakukan komunikasi serta sosialisasi yang lebih intensif kepada suporter, masyarakat umum, aparat setempat, dan panitia pelaksana agar ke depan bisa lebih baik,” ujar Owen kepada Jawa Pos.
Selain itu, Persipura juga mulai menghitung dampak teknis dan finansial dari putusan tersebut terhadap pelaksanaan laga kandang musim depan. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah mendaftarkan dua stadion sebagai home base untuk menghadapi berbagai kemungkinan selama kompetisi berjalan, satu di Papua dan satu lagi di Jawa.
“Untuk pergelaran laga kandang di Jawa, tentunya masih kami hitung. Namun, yang pasti saya berusaha mendaftarkan dua stadion, satu di Jawa dan satu di Papua. Pendaftaran dua stadion ini sebagai antisipasi jika nanti ada situasi tertentu, misalnya stadion diperbaiki atau ada kendala lain sehingga kami bisa bermain di Jawa,” jelas Owen.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Jeritan Puluhan Tenaga Kesehatan PPPK Paruh Waktu di Balai Kota DKI: Gaji Ke-13 Tak Cair
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
