
Cornelius Poppe/NTB Scanpix/AFP TUAN RUMAH: Karsten Warholm saat tampil di nomor 300 meter lari gawang.
JawaPos.com - Bintang atletik dunia kembali meramaikan lintasan pada ajang Impossible Games 2020 yang berlangsung di Oslo, Norwegia. Itu merupakan ajang kompetitif pertama yang berhasil diselenggarakan secara langsung selama pandemi Covid-19.
Dari kejuaraan tersebut, tercipta tiga rekor dari jagoan tuan rumah.
Satu di antaranya berbuah rekor dunia lewat capaian prestasi Karsten Warholm dari nomor 300 meter lari gawang. Pelari 24 tahun itu membukukan waktu 33,78 detik. Aksi di Stadion Bislett itu membuat dia menggeser posisi Chris Rawlinson (Inggris) sebagai pelari tercepat di nomor tersebut. Sebelumnya, Rawlinson mencetak waktu 34,26 detik pada 2002.
Warholm tampil seorang diri ketika memecahkan rekor tersebut. Protokol keselamatan dan pengendalian infeksi Covid-19 membuat arena tidak dihadiri banyak penonton. Alhasil, sorak-sorai segelintir penonton turut mengiringi langkah kakinya.
Sebelum Warholm tampil, pelatih Leif Olav meyakinkan bahwa dia bisa memecahkan rekor di nomor 300 meter lari gawang setengah detik lebih cepat. ”Aku berkata kepadanya, ’Apa kamu gila?’ Tetapi, aku berlatih dengan baik dan ketika dia meyakinkanku, itu mulai merasuk. Itu sangat indah,” papar Warholm seperti dilansir situs resmi Asosiasi Atletik Eropa.
Warholm terkenal sebagai atlet dengan spesialisasi nomor 400 meter lari gawang. Dia merupakan juara dunia edisi 2017 dan 2019.
Impossible Games merupakan ajang rekayasa yang sebelumnya dijadwalkan menjadi salah satu seri Diamond League 2020. Namun, ajang itu berlangsung dengan penyesuaian sejumlah nomor event.
Dari nomor lari 2.000 meter, Ingebrigsten bersaudara, yakni Jakob, Henrik, dan Filip, tampil di lintasan Oslo bersama Narve Gilje Nordas dan Per Svela. Mereka berkompetisi virtual dengan para pelari top jarak menengah Kenya secara bersamaan dari Nairobi. Salah satunya juara dunia 2019 nomor 1.500 meter Timothy Cheruiyot.
Tetapi, Cheruiyot dan timnya menghadapi tantangan lain di Nairobi. Yakni, ketinggian di ibu kota Kenya tersebut, juga hujan yang tak berhenti plus angin kencang. Alhasil, Jakob menyelesaikan tantangan dengan finis tercepat dalam waktu 4 menit 50,01 detik.
Di belakangnya, menyusul kakak-kakaknya, Henrik dan Filip yang terpaut 3 hingga 7 detik dari Jakob. Sedangkan Nordas dan Svela gagal finis.
Dengan hasil tersebut, dia memecahkan rekor Eropa yang bertahan selama 35 tahun. Jakob menggeser catatan waktu 4 menit 51,39 detik milik mantan pelari Inggris Steve Cram yang menjadi komentator perlombaan tersebut untuk BBC.
”Kami mencoba berlari dengan sub-lima menit dan kami merasa tampil bagus. Aku juga berlatih keras dalam seminggu terakhir. Aku berhasil menggenjot pada putaran terakhir,” terang Jakob.
Bintang tuan rumah lainnya, Sondre Nordstad Moen, turut menciptakan rekor Eropa dari nomor 25.000 meter. Dia mencetak waktu 1 jam 12 menit 46,5 detik.
Selain andalan tuan rumah, pemegang rekor dunia lompat galah Armand Duplantis turut meramaikan Impossible Games 2020. Setelah absen cukup panjang selama pandemi Covid-19, pemuda Swedia itu melompat setinggi 5,86 meter.
Dia memenangi ”duel” secara virtual dengan atlet Prancis Renaud Lavillenie yang tampil dari kampung halamannya dengan capaian 5,81 meter. Selain itu, ada dua atlet Norwegia, yakni Pal Haugen Lillefosse (5,61 meter) dan Simen Guttormsen (5,21 meter), yang tampil di nomor lompat galah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
