Hero Tito Satu dari Puluhan yang Meninggal setelah Bertarung di Ring
JawaPos.com – Berhari-hari lamanya Hero Tito ’’bertarung’’. Tapi, akhirnya petinju asal Malang, Jawa Timur, itu harus menyerah. Kemarin (3/3), lima hari setelah dipukul KO di ronde ketujuh dan kemudian dilarikan ke rumah sakit, dia mengembuskan napas terakhir pada pukul 16.45.
Petinju kelahiran 27 September 1986 itu dipukul jatuh lawannya, James Mokoginta, dalam duel 10 ronde kelas ringan pada Minggu (27/2) pekan lalu. Laga tersebut berlangsung di Holywings Club V Gatsu, Jakarta.
Selama lima hari di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, petinju bernama asli Heru Purwanto itu dalam kondisi koma. Mantan juara nasional kelas bulu dan ringan junior tersebut juga sudah menjalani operasi pendarahan otak.
’’Saya sudah menganggap Hero Tito sebagai saudara,” kata Armin Tan, promotor laga tersebut.
Armin siap menanggung seluruh biaya perawatan dan pemakaman Hero Tito. Dia juga siap menanggung seluruh biaya pendidikan kedua anak mendiang.
Duel Hero Tito versus James Mokoginta itu merupakan bagian dari rangkaian partai pembuka dari duel utama antara Tibo Monabesa yang memegang sabuk juara WBC International Champion Title melawan petinju Filipina Jayson Vayson. Ada juga duel ekshibisi selebriti antara Vicky Prasetyo dan Aldi Taher, juga Paris Pernandes ’’Salam dari Binjai’’ melawan Jekson Karmela.
Hero Tito tercatat naik ring 45 kali. Dia mencatat 27 menang (11 KO), 16 kalah (6 KO), dan 2 seri. Terakhir, dia kalah angka melawan petinju India Kathish Kumar di Gachibowli Indoor Stadium Hyderabad, India, pada 5 Desember 2021.
Tragedi meninggalnya petinju di tanah air akibat bertanding sudah terjadi sejak awal Indonesia merdeka. Petinju pertama yang tercatat meninggal adalah Jimy Koko pada 1948 di Surabaya.
Sedangkan petinju terakhir sebelum Hero Tito yang juga harus kehilangan nyawa adalah Tubagus Setia Sakti pada 27 Januari 2013 di Jakarta. Termasuk Hero Tito yang pernah menjadi jawara WPBF International (World Professional Boxing Federation) kelas ringan pada 2016, setidaknya 32 petinju Indonesia meninggal yang disebabkan duel mereka di atas ring.
Dihubungi Jawa Pos secara terpisah, mantan juara dunia Chris John sangat prihatin karena ring tinju kembali menelan nyawa. Apalagi, Hero Tito merupakan petinju yang memiliki prestasi nasional dan internasional. ’’Mungkin di pertandingan itu kondisinya tidak terlalu fit,” katanya.
Pria 42 tahun tersebut menambahkan, masalah seperti itu biasanya terjadi lantaran kondisi berat badan tidak ideal sebelum pertandingan. Jadilah sang petinju terlalu over untuk menurunkan berat badan sebelum timbang badan H-1 jelang pertarungan.
Di sisi lain, dalam keterangan resminya, James dan sasananya, Nelson Nainggolan Gym, berduka sekaligus meminta maaf. Yang terjadi pada Hero Tito disebutnya menjadi pukulan baginya.
’’Saya tidak ada maksud apa pun sampai bisa jadi seperti ini. Inilah pertandingan tinju, penuh dengan risiko. Semoga Mas Hero tenang dan damai di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan untuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan,’’ tuturnya.