Janice Tjen saat beraksi di US Open 2025. (Dok. USTA)
JawaPos.com - Perasaan campur aduk dialami oleh petenis Indonesia Janice Tjen usai menjadi runner-up Sao Paolo (SP) Open 2025. Dia mengaku bersyukur bisa menyelesaikan turnamen perdananya di WTA Tour dengan hasil mentereng, tapi sedih gagal juara.
Janice Tjen datang ke WTA 250 SP Open 2025 sebagai debutan. Dia yang sebelumnya kerap malang melintang di turamen ITF, mampu menunjukkan performa gemilang.
Secara mengejutkan Janice Tjen berhasil mengalahkan sejumlah unggulan, termasuk Alexandra Eala dari Filipina. Dia pun berhasil mencapai partai final SP Open 2025 sebelum akhirnya ditumbangkan oleh Tiantsoa Rakotomanga Rajaonah (Prancis) dengan skor 3-6, 4-6 di Parque Villa Lobos, Brasil, Senin (15/9) dini hari WIB.
“Saya rasa, secara keseluruhan, ini adalah minggu yang sangat bagus bagi saya. Tentu sedikit sedih karena tidak bisa meraih kemenangan hari ini,” kata Janice, dikutip dari Diario Do Tennis, Senin (15/9) siang.
Walau begitu, Janice Tjen mengaku memetik banyak pelajaran positif dari SP Open 2025. Menurutnya, turnamen WTA 250 ini menjadi titik penting untuk meningkatkan motivasi sekaligus memperbaiki diri ke depan.
“Tapi, tetap saja ada banyak hal positif yang bisa saya ambil dari pengalaman ini. Saya ingin belajar dari apa yang terjadi dan melangkah maju,” ujarnya.
Lebih lanjut, Janice tak lupa untuk memberikan pujian kepada lawannya, Tiantsoa. Di matanya, pemain kelahiran Madagascar itu menunjukkan kapasitasnya pemain berkualitas selama SP Open 2025.
“Saya tidak terkejut, karena ada alasan mengapa dia bisa sampai ke final. Dia (Rajaonah) tertinggal 1-5 di set ketiga pada babak pertama dan berhasil membalikkan keadaan. Setelah itu dia mengalahkan lawan-lawan tangguh hingga sampai di sini,” terang Janice.
“Itu menunjukkan bahwa dia punya sesuatu yang istimewa. Hari ini, dia bermain sangat baik dan saya tidak bisa keluar dari tekanan yang dia berikan. Saya akan mencoba belajar dari hal itu,” jelasnya menambahkan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
