Arvid Linblad, pembalap muda Inggris. (Dok. Arvid Lindblad)
JawaPos.com – Pembalap rookie Racing Bulls, Arvid Lindblad, mencuri perhatian dunia dalam debut Formula 1 (F1) di Grand Prix (GP) Australia pada Minggu (8/3) lalu.
Pembalap berusia 18 tahun itu mampu finis kedelapan dan menjadi pencetak poin F1 termuda ketiga sepanjang sejarah pada usia 18 tahun tujuh bulan.
Prestasi itu menempatkan Lindblad di belakang Max Verstappen (Red Bull) dan Kimi Antonelli (Mercedes) yang pernah menorehkan rekor sebagai pencetak poin termuda dalam sejarah F1.
Start Impresif
Lindblad yang menjadi pembalap Inggris termuda yang pernah tampil di F1 memulai debutnya dengan kualifikasi impresif di posisi kesembilan. Pada start balapan di Sirkuit Albert Park, Melbourne, dia menunjukkan keberanian luar biasa dengan menyalip beberapa pembalap top.
Di antaranya juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton (Ferrari) dan juara bertahan Lando Norris, hingga sempat berada di posisi ketiga pada lap pertama. ”Saya akan memanfaatkan setiap inchi yang bisa saya dapatkan. Saya rasa saya telah menunjukkannya di lap pertama,” kata Lindblad kepada Sky Sports.
”Saya sangat menghormati para senior di olahraga ini, tetapi saya juga tidak akan menyerah begitu saja dan memberikan tempat itu kepada mereka. Saya di sini untuk bertarung dan ketika saya berada di dalam mobil, saya adalah pesaing yang tanpa ampun,” imbuhnya.
Ungguli Rekan Setim
Meski pace mobil Racing Bulls (VCARB) tidak sekuat tim papan atas, Lindblad mampu mempertahankan performa konsisten sepanjang 58 lap balapan dan finis di urutan kedelapan, unggul atas rekan setimnya yang lebih berpengalaman, Liam Lawson, yang hanya finis ke-13.
Lindblad mengaku speechless dan menyebut debutnya sebagai ”pretty nuts” karena telah mewujudkan mimpi masa kecilnya. ”Saat saya berusia lima tahun, saya memiliki mimpi dan mimpi saya adalah berada di Formula 1. Hari ini saya mewujudkan mimpi itu,” tutur Lindblad.
Dia juga menyebut Hamilton sebagai alasan besar mengapa dia jatuh cinta pada F1 dan merasa ”gila” bisa bertarung langsung dengan idolanya di trek.
Satu-satunya Rookie
Lindblad bergabung dengan program junior Red Bull sejak usia 13 tahun dan naik pesat melalui Formula 4, Formula 3, hingga finis keenam di Formula 2 musim lalu. Dia menjadi satu-satunya rookie di grid 2026, tepat saat F1 memasuki era regulasi terbesar dalam sejarah olahraga tersebut.
Latar belakang multikulturalnya –ibu keturunan India (Anita) dan ayah asal Swedia (Stefan)— tercermin pada helm balapnya yang memadukan bendera Inggris, Swedia, dan India. Penampilan gemilang Lindblad di Melbourne menjadi sinyal kuat bahwa pembalap muda ini siap bersaing di level tertinggi, bahkan melampaui ekspektasi banyak pihak di paddock F1.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
