
Veda Ega Pratama merayakan podium ketiga Moto3 Brasil 2026 yang menjadi sejarah baru bagi Indonesia. (Instagram @veda_54)
JawaPos.com - Hasil di Brasil jadi momentum positif bagi dua pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Aji. Keduanya datang ke Circuit of Americas (COTA), Amerika Serikat, akhir pekan ini dengan tambahan kepercayaan diri.
Veda mencuri perhatian dengan finis ketiga pada Grand Prix Brasil di Autodromo Internacional Ayrton Senna,pada Minggu (22/3). Pembalap 17 tahun itu hanya butuh dua balapan Moto3 untuk menobatkan diri sebagai pembalap Indonesia pertama yang bisa mencapai podium grand prix.
Nah, hasil itu jadi bekal positif bagi Veda. Pembalap asal Gunungkidul itu percaya diri bisa terus bersaing di barisan depan di COTA akhir pekan ini. “Saya tidak menyangka bisa naik podium secepat ini, tapi sekarang saya tahu bisa bertarung di grup depan,” kata Veda seperti dikutip dari laman Honda Team Asia.
Sama seperti Goiania, COTA memang jadi trek baru bagi Veda. Akan tetapi, adaptasi cepat di Brasil jadi pertanda baik baginya. “Saat track walk saya langsung suka dengan layout sirkuit ini (Goiania), dan saya merasa percaya diri sejak awal,” tuturnya.
Meski asing dengan trek, tapi Veda akrab bersaing dengan sejumlah pembalap di Moto3. Seperti misalnya dengan Maximo Quiles dan Marco Morelli, dua pembalap teratas di klasemen sementara Moto3. Mereka pernah balapan satu musim penuh di Red Bull Rookies Cup 2024.
Mario Aji Bangun Konfidensi
Sementara itu, di kelas Moto2, Mario Aji berhasil meraih poin perdananya musim ini dengan finis ke-13 di Goiania. Mario sempat bertahan dekat grup 10 besar sebelum kehilangan posisi di akhir akibat penurunan grip ban.
Meski belum sesuai harapan, hasil tersebut bisa jadi batu loncatan untuk meraih hasil lebih baik di COTA akhir pekan ini. “P13 bukan hasil yang buruk, dan saya ingin memanfaatkannya untuk membangun kepercayaan diri. Sekarang kami fokus untuk berkembang dan kembali lebih kuat pekan depan,” kata Mario.
Kebetulan, Mario punya rekor lumayan di COTA. Musim lalu, dia finis di posisi kesembilan, yang sekaligus jadi capaian terbaiknya sepanjang musim Moto2 2025. Itu juga jadi capaian terbaik bagi Mario sejak naik ke kelas tersebut pada 2024.
“Dia (Mario) cepat sepanjang akhir pekan (di Goiania), jadi kami mengharapkan lebih (saat balapan utama), jadi (posisi 13) tentu saja belum membuat kami sepenuhnya puas. Tapi sekarang kami menerima poin, belajar dari balapan ini dan fokus pada balapan berikutnya di AS,” kata manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022