
Pembalap Mercedes, Andrea Kimi Antonelli, rayakan kemenangan usai menangi GP Jepang. (Dok. Instagram/@f1)
JawaPos.com – Sejarah tercipta pada gelaran balapan Formula 1 GP Jepang di sirkuit Suzuka pada Minggu (29/3) waktu setempat. Pembalap Mercedes asal Italia, Andrea Kimi Antonelli memecahkan rekor sebagai pembalap termuda dalam sejarah yang mampu memimpin klasemen.
Hal tersebut dipastikan usai Antonelli yang masih berusia 19 tahun menyabet gelar juara di GP Jepang. Ia berhasil memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Lewis Hamilton pada tahun 2007, yang pada saat itu masih berusia 23 tahun saat menjadi pemimpin klasemen untuk kali pertama.
Perjalanan Antonelli dalam memenangi GP Jepang tidak berjalan mulus. Meskipun start dari pole position, namun Antonelli melorot hingga ke posisi 6 ketika balapan dimulai akibat start yang buruk.
Dewi fortuna masih berpihak pada Antonelli, saat Safety Car muncul akibat Oliver Bearman kehilangan kendali mobilnya dan mengalami kecelakaan hebat. Antonelli memanfaatkan moment tersebut dengan melakukan pit stop, dan mengambil alih posisi pertama dari Oscar Piastri yang sudah melakukan pit stop sebelum munculnya Safety Car.
Selepas balapan kembali dimulai, Antonelli berhasil menjauh dari kejaran Piastri dan mempertahankan posisi pertamanya hingga bendera finish berkibar. Ia berhasil menjuarai GP Jepang dengan keunggulan 14 detik dari Piastri yang berada di posisi kedua.
Hasil ini membuat Antonelli menggeser rekan timnya, George Russel, sebagai pemuncak klasemen sementara Formula 1 musim ini. Antonelli kini mengoleksi 72 poin, dan unggul 9 poin dari Russell yang ada di posisi kedua dengan 63 poin.
Ini menjadi kemenangan kedua berturut-turut bagi Antonelli di Formula 1 tahun ini. Ia sebelumnya juga berdiri di podium tertinggi pada gelaran GP Tiongkok beberapa pekan lalu.
Melansir situs resmi Formula 1, Antonelli mengaku jika dirinya masih belum memikirkan peluang buat menjadi juara dunia. Ia juga mengakui kalau kehadiran Safety Car di momen yang tepat membuat balapannya menjadi jauh lebih mudah.
“Rasanya senang sekali. Tentunya masih terlalu dini untuk berpikir jadi juara dunia, namun kami berada di jalur yang tepat. Saya tidak tahu apa yang terjadi jika tidak ada Safety Car, namun itu tentunya membuat balapan saya jauh lebih mudah hari ini,” ujar Antonelli saat diwawancarai oleh Damon Hill seusai balapan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
