
Waketum PBSI Taufik Hidayat (Andika Rachmansyah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Wakil Ketua Umum (Waketum) PBSI, Taufik Hidayat, menyadari masyarakat Indonesia sangat kecewa berat dengan kegagalan tim putra di Thomas Cup 2026 yang dihelat di Horsens, Denmark. Taufik menyatakan kegagalan tersebut harus diarahkan kepada pengurus, bukan atlet.
Indonesia menelan hasil buruk setelah gagal menembus fase gugur di Thomas Cup 2026. Kegagalan tersebut memecahkan rekor negatif baru, melampaui capaian terburuk sebelumnya yang hanya mentok di babak perempat final pada edisi 2012.
Taufik menyadari sorotan tajam tertuju pada tim putra Indonesia, karena hasil minor ini menjadi kemunduran besar dalam sejarah bulutangkis Indonesia. Tim Merah Putih dikenal sebagai negara tersukses di ajang Thomas Cup dengan 14 gelar juara dari total 30 keikutsertaan. Bahkan dalam tiga edisi terakhir, tim Merah Putih selalu mencapai final, termasuk meraih gelar juara pada 2020.
“Kita tahu bulu tangkis ini terutama di Thomas Cup kita punya sejarah yang sangat bagus bahwa kita punya beberapa Piala Thomas Cup di Indonesia. Kita harus akui itu, untuk tahun ini dengan bahasa yang saya lihat di sosial media semua kecewa. Kami memahami bahwa harapan masyarakat terhadap prestasi bulu tangkis Indonesia terlalu besar,” kata Taufik dalam konferensi pers di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (8/5/2026).
Taufik meminta kepada masyarakat untuk tidak menyalahkan atlet. Menurutnya, yang perlu disalahkan atas kegagalan ini adalah PBSI.
Sebagai mantan pemain, ia menyampaikan bahwa sejatinya Fajar Alfian dan kawan-kawan telah memberikan penampilan terbaiknya di Thomas Cup 2026.
“Yang pasti saya dulu pernah pengalaman menjadi atlet juga bahwa semua atlet itu enggak ada lah yang enggak berjuang maksimal di lapangan. Pasti semua tujuannya ya maunya, mau jadi yang terbaik di situ. Kadang di lapangan sama keinginan, keinginan di awal enggak sesuai harapan,” tutur Taufik.
“Kami menyadari itu. Kalau mau menyalahkan jangan salahin atlet. Itu akan kami evaluasi di intern kami sendiri. Salahkan kami sebagai pengurus seperti apa. Dan untuk menjadikan seorang atlet seorang juara itu enggak bisa instan, butuh berproses. Apalagi yang namanya regenerasi,” ungkapnya.
Lebih jauh, Taufik mengakui hasil tersebut jauh dari target yang diberikan. Karena itu, PBSI bertanggung jawab penuh atas kegagalan Indonesia di Thomas Cup 2026. Mewakili federasi, ia menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat Tanah Air atas hasil minor tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022