Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juni 2026 | 21.15 WIB

Final IBL 2026: Peran Wasit Asing Dinilai Masih Tuai Kontroversi

Wasit asing diharapkan jadi solusi meningkatkan kualitas, konsistensi, serta kredibilitas perwasitan pada Playoffs IBL 2026. (Istimewa) - Image

Wasit asing diharapkan jadi solusi meningkatkan kualitas, konsistensi, serta kredibilitas perwasitan pada Playoffs IBL 2026. (Istimewa)

JawaPos.com - Seri Final IBL 2026 telah memasuki pertandingan keempat. Hingga tiga laga yang telah berlangsung, Pelita Jaya unggul sementara dengan kedudukan 2-1 atas Bogor Hornbills. Game 4 akan digelar pada Jumat, 26 Juni 2026 pukul 19.00 WIB di GOR Laga Tangkas, Pakansari, Bogor.

Di balik ketatnya persaingan di lapangan, perhatian publik tertuju pada kualitas kepemimpinan pertandingan. Sejak babak playoff hingga Final IBL 2026, berbagai keputusan wasit terus menjadi bahan perdebatan di kalangan IBL Fans, pengamat, maupun insan basket nasional. Situasi ini menunjukkan bahwa penggunaan wasit asing belum serta-merta menjamin kualitas officiating yang konsisten.

Pada Final Game 1 dan Game 2, Pelita Jaya harus kehilangan salah satu pemain asingnya, Darious Motten, akibat foul out. Sebaliknya, pada Game 3, pemain Bogor Hornbills sekaligus MVP IBL 2026, Travin Thibodeaux, juga harus mengakhiri pertandingan lebih cepat setelah dinyatakan foul out, termasuk melalui dua offensive foul.

IBL pada babak Final menggunakan format kepemimpinan pertandingan yang terdiri dari dua wasit asing rekomendasi FIBA dan satu wasit lokal. Pada Game 3, pertandingan dipimpin oleh Urushima (Jepang), Alhejaili (Arab Saudi), serta Budi Marfan, salah satu wasit lokal Indonesia.

Namun demikian, beberapa keputusan dalam pertandingan kembali memunculkan tanda tanya besar di kalangan pecinta basket Indonesia. Salah satu momen yang paling banyak diperbincangkan adalah pemberian technical foul kepada pelatih Bogor Hornbills.

Selain itu, terdapat insiden ketika Travin Thibodeaux melakukan gerakan hook terhadap pemain Pelita Jaya, Jeff Withey. Pada awalnya, insiden tersebut hanya diputus sebagai personal foul, sebelum akhirnya ditinjau melalui Coach’s Challenge yang diajukan oleh pelatih Pelita Jaya, Dave Singleton, dan kemudian di-upgrade menjadi unsportsmanlike foul. Peristiwa tersebut kembali memunculkan diskusi mengenai konsistensi penerapan aturan permainan. 

Berdasarkan Official Basketball Rules FIBA dan Peraturan Pelaksanaan IBL, tindakan hooking yang berlebihan atau memenuhi unsur tindakan berbahaya dapat dipertimbangkan sebagai disqualifying foul, bergantung pada penilaian wasit dan hasil evaluasi liga. 

Regulasi juga memberikan kewenangan kepada liga untuk melakukan peninjauan pasca pertandingan dan menjatuhkan sanksi tambahan apabila ditemukan adanya pelanggaran yang memenuhi ketentuan yang berlaku.

Final IBL merupakan panggung tertinggi kompetisi bola basket Indonesia. Oleh karena itu, kualitas officiating harus mampu memberikan rasa keadilan, konsistensi, dan kepastian bagi seluruh peserta kompetisi. Kehadiran wasit asing seharusnya menjadi sarana peningkatan kualitas pertandingan, bukan sekadar simbol internasionalisasi kompetisi.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore