Pemain hoki putri Indonesia Lispa (kiri) berebut bola dengan pemain hoki putri Singapura Phylicia Tanandika (kanan) pada pertandingan kualifikasi Asian Games 2026 di Lapangan Hoki Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (26/4/2026). Tim hoki putri Indonesia menang dengan skor 2-0. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.
"Pada prinsipnya, kalau ada peraturan seperti itu, sangat menguntungkan bagi hoki," kata Sekretaris Jenderal PP FHI Yasser Arafat Suaidy saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
Yasser mengatakan FHI saat ini menjajaki sejumlah pemain keturunan Indonesia di Eropa, terutama Belanda yang memiliki tradisi hoki kuat dan banyak dihuni diaspora Indonesia.
Namun, salah satu kendala yang dihadapi adalah keengganan sejumlah pemain melepas kewarganegaraan Belanda apabila harus menjalani proses menjadi warga negara Indonesia.
"Yang menjadi masalah sekarang, mereka keberatan kalau harus melepas kewarganegaraan Belandanya," ujarnya.
Persoalan tersebut sejalan dengan salah satu hal yang disinggung Presiden Prabowo dalam pidato pengantar pemerintah atas RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangannya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat.
Prabowo mengusulkan perubahan undang-undang untuk membuka dwi kewarganegaraan secara terbatas bagi talenta tertentu yang dibutuhkan Indonesia, termasuk atlet. Presiden menilai talenta diaspora tidak semestinya harus memilih antara kesempatan berkarya di tingkat global dan ikatan dengan Indonesia.
Menurut Yasser, skema tersebut apabila nantinya disahkan dapat memberikan dampak langsung bagi hoki Indonesia karena terdapat pemain keturunan di Belanda yang mempunyai kualitas untuk memperkuat tim nasional.
"Di Belanda banyak sekali keturunan Indonesia, dari kakek atau buyutnya, yang sekarang menjadi pemain di level top," kata Yasser.
Salah satu pemain yang masuk radar FHI bahkan disebut memperkuat tim nasional junior Belanda dan memiliki kemampuan yang dinilai sesuai dengan kebutuhan timnas Indonesia.
"Pemain dari Belanda ini pemain junior tim nasional Belanda dan sangat skillful. Yang menjadi pertimbangannya adalah dia harus melepas kewarganegaraan Belandanya," ujarnya.
Yasser menilai keberadaan aturan dwi kewarganegaraan terbatas nantinya dapat menjadi salah satu langkah untuk mempercepat peningkatan kualitas tim nasional dalam mengejar sasaran jangka panjang menuju Olimpiade.
"Kalau itu diberlakukan, sangat bagus untuk prestasi. Itu bisa mempercepat prestasi kita menuju level Olimpiade," katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
