
STERIL: Petugas DKRTH, dinas kesehatan, dan dinas lingkungan hidup membersihkan kawasan Tugu Pahlawan. Termasuk bagian depan gedung Bank Mandiri yang biasanya dipenuhi PKL. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com - Suasana di kawasan Tugu Pahlawan benar-benar berubah drastis dua pekan belakangan. Sebelumnya, pada Minggu pagi, bisa dipastikan terjadi kemacetan akibat adanya PKL dan pembeli yang ”memakan” sebagian ruas jalan. Tetapi, pada Minggu (30/6) dan kemarin (7/7) area Tugu Pahlawan terlihat lapang. Termasuk depan gedung Bank Mandiri yang biasanya dipenuhi lapak pedagang.
Bukan hanya bebas PKL, kawasan tersebut tampak lebih lengang. Kemarin (7/7) dinas kebersihan dan ruang terbuka hijau (DKRTH) melakukan bersih-bersih di sana. Trotoar di Jalan Pahlawan disemprot air sejak pukul 07.00. ”Biar makin bersih. Ini perawatan rutin kok,” kata seorang petugas DKRTH.
Kegiatan tersebut melibatkan dinas kesehatan dan dinas lingkungan hidup (DLH). Selain air, mereka menyemprotkan klorin untuk membunuh bakteri dan mencegah penyebaran kuman melalui udara. Bersih-bersih itu berlangsung hingga pukul 11.00. Setelah dibersihkan, trotoar terlihat makin mengilap.
DLH menerjunkan tiga petugas untuk menguji kualitas udara di sekitar Tugu Pahlawan dengan menggunakan alat khusus. Sampel udara diambil sebelum dan sesudah trotoar dibersihkan, lantas diuji di lab.
Sementara itu, Kasatpol PP Kota Surabaya Irvan Widiyanto menyebutkan bahwa para pedagang memang belum diperbolehkan berjualan di kawasan Tugu Pahlawan. Pemkot masih memberlakukan sanksi karena pedagang melanggar sejumlah kesepakatan. Antara lain, berjualan di trotoar dan melanggar waktu berjualan. Sejumlah pedagang makanan juga membuat kotor jalur pedestrian di Jalan Pahlawan.
Saat ini pemkot masih terus melakukan pendekatan persuasif dengan para pedagang di sana. Tujuannya, mencari solusi terbaik terkait ketertiban umum dan kebutuhan para pedagang yang mencari nafkah. Menurut Irvan, para pedagang bisa saja berjualan kembali Minggu depan asal berkomitmen mematuhi syarat yang diberlakukan pemkot.
Berdasar informasi, ada wacana relokasi pedagang. Irvan menuturkan, relokasi sejatinya adalah wacana yang tepat. Hanya, pemkot belum menemukan lokasi pengganti. ”Barangkali pemprov memiliki alternatif, akan lebih baik lagi,” tuturnya.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Biro Humas dan Protokol Jawa Timur Aris Agung Paewai mengungkapkan bahwa relokasi pedagang mingguan di Tugu Pahlawan bukan wewenangnya. Menurut dia, pihak pemprov juga belum mewacanakan relokasi tersebut. ’’Wilayahnya kan juga Kota Surabaya,’’ katanya.
Setelah kawasan Tugu Pahlawan steril dari PKL selama dua pekan ini, aktivitas berjualan dan kemacetan ”berpindah” ke Jalan Johar, Pabean Cantian. Ada yang berjualan baju impor, besi tua, dan berbagai macam makanan. Ahmad Haidar, pedagang besi tua, menjelaskan bahwa mereka ingin tempat relokasi jelas. ”Di sini (Jalan Johar, Red) sama saja, bikin macet. Nanti dilarang lagi, kan susah. Nanti saya tunggu informasi dari pengurus saja,” ucapnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
