
BERSATU KEMBALI: Aulia Izzatunissa (tengah) tertawa senang saat bertemu dengan kakaknya, Indra Pratama (kanan), yang menjemputnya di UPTD Liponsos Kalijudan kemarin (16/7). (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com - Aulia Izzatunissa, 3, yang ditemukan telantar di warung daerah Osowilangun pada Minggu (7/7) bertemu dengan keluarganya. Dia girang bukan kepalang. Kini pihak keluarga akan membawanya pulang ke Bojonegoro.
Ketika melihat kakaknya, Indra Pratama, mengunjungi UPTD Liponsos Kalijudan, Mulyorejo, kemarin (16/7), bocah tiga tahun itu memeluk erat sang kakak. Dua pakdenya, yakni Moh. Nardi dan Pakariyanto, juga turut serta. Mereka menciumi Aulia sembari mengelus kepalanya.
Suasana haru semakin terlihat ketika Aulia bercakap-cakap dengan Indra. ’’Ayo main,’’ katanya pelan. Indra menganggukkan kepala. Ponsel milik Nardi mereka ambil. Keduanya memainkan game. Tidak berselang lama, tangis mereka berubah jadi tawa ’’Saya senang sekali akhirnya bisa bertemu dia,’’ ucap Nardi.
Dua belas hari sudah Aulia menginap di Liponsos Kalijudan. Sejak datang pada Minggu (7/7), keadaan Aulia semakin membaik.
Sebelumnya, dia demam saat ditemukan telantar. Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos, Aulia ditinggalkan sang ibu, Makna Hidayah, yang pergi entah ke mana. Dia lantas dibawa ke UPTD Liponsos Kalijudan oleh petugas untuk mendapatkan penanganan.
Tidak heran jika muncul spekulasi tentang Aulia. Petugas mencurigai dia tunawicara. Sebab, Aulia tidak mau bicara. Namun, dugaan itu patah. Nardi mengatakan bahwa Aulia termasuk anak yang aktif berbicara.
Nardi mengungkapkan bahwa Makna Hidayah, ibu Aulia, mengalami gangguan kejiwaan. ’’Itu terjadi karena Makna ada masalah dengan suaminya,’’ kata Nardi. Karena itu, kondisi psikologisnya terganggu. Dia jadi sering bepergian ke tempat-tempat di luar Bojonegoro untuk menenangkan diri.
Meski demikian, dia tidak menyangka Makna membawa Aulia ke Osowilangun. Terlebih sampai menelantarkannya. Sebab, menurut pengakuan Nardi, Makna tidak pernah membawa Aulia ketika bepergian. Dia menitipkan bocah itu pada kakaknya, Pakariyanto, yang rumahnya berdempetan dengan rumah Makna. ’’Saya kaget dan shock,’’ tuturnya.
Nardi menerangkan, pihaknya sepakat membawa Aulia pulang. Sejumlah persyaratan yang dibutuhkan telah dipenuhi. Antara lain, KK, akta kelahiran, dan KTP.
Selain itu, pihaknya akan membawa Makna Hidayah yang kini di RSJ Menur. ’’Setelah itu langsung pulang ke Bojonegoro,’’ jelasnya.
Kepala UPTD Liponsos Kalijudan Nanik Winarsih menerangkan, kedatangan keluarga Aulia sudah diinformasikan polisi Bojonegoro pada Kamis (11/7). Awalnya, Nanik berkomunikasi dengan Pemkot Bojonegoro untuk memastikan keaslian data.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
