Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 November 2020, 03.48 WIB

Tutup Lama, Suara Musik & Pengunjung Sering Terdengar di Taman Remaja

PERNAH JADI KEBANGGAAN: Situasi Taman Remaja Surabaya. Warga sekitar suka karena bisa mendapatkan hiburan murah meriah. (Dite Surendra/Jawa Pos) - Image

PERNAH JADI KEBANGGAAN: Situasi Taman Remaja Surabaya. Warga sekitar suka karena bisa mendapatkan hiburan murah meriah. (Dite Surendra/Jawa Pos)

Bagi Khusnul Yakin, Taman Remaja Surabaya (TRS) menorehkan memori mengerikan. Dulu keponakannya, Riki, kerap bermain di sana. Suatu hari, Riki tak pulang hingga tengah malam. Rupanya, dia asyik bermain ayunan. Riki bilang, dirinya bermain bersama teman bertubuh besar dan berwarna hijau.

---

Tentu saja Khusnul Yakin dan anggota keluarga lainnya yang mendengar penuturannya langsung merinding. Bocah tersebut tak menjelaskan siapa nama temannya itu. ’’Saya tidak tahu sosok apa itu, bisa jadi buto atau yang lain,’’ kata Yakin sambil mengernyitkan dahi.

Dulu TRS menjadi taman hiburan kebanggaan warga Surabaya. Warga yang ingin hiburan murah kerap mendatangi area yang memiliki sekitar 20 wahana permainan tersebut. Panggung yang tak pernah sepi dari pentas melejitkan pamor tempat rekreasi di Jalan Kusuma Bangsa tersebut.

Di balik riang dan tawa pengunjung, ternyata taman hiburan yang berdiri sejak 20 Februari 1971 itu menyimpan sederet kisah yang membuat siapa pun merinding. Tempat itu menyatu dengan dunia lain.

Lokasi TRS yang berbatasan dengan perkampungan Ambengan Batu juga memberikan sederet kenangan mistis bagi warga. Terutama yang tempat tinggal mereka berbatasan langsung dengan tembok taman. Salah satunya rumah Budi Pramono, warga Ambengan Batu. Tembok dan dapur miliknya berbatasan langsung dengan pagar TRS.

Suara keramaian dan bunyi musik dari radio kerap memecah keheningan malam di rumah Budi. Seakan-akan TRS kembali hidup setelah tutup. Suara riuh orang berbicara dan bercengkerama. Budi menggambarkannya seperti sebuah pasar malam. Sama seperti saat TRS beroperasi normal. ’’Ada suara musik dari radio juga. Yang dengar bukan saya saja. Ibu saya juga demikian,’’ ujar Budi.

Waktu masih beroperasi dulu, Budi juga pernah punya pengalaman menakutkan. Kala itu dia menjajal monorail. Salah satu wahana yang menawarkan berkeliling TRS dengan sebuah kereta listrik. ’’Pas jalan saya melihat ada anak perempuan berdiri di tengah rel. Kalau anak biasa, jelas tidak mungkin. Apalagi saat kereta melintas, ditabrak dan tembus,’’ kenangnya.

Menurut dia, yang paling sering ada kejadian adalah pengalaman pengunjung saat menjajal wahana rumah hantu. Kejadian itu bukan sekali atau dua kali saja. Pengunjung berteriak ketakutan. Bahkan, ada yang sampai melompat saat kereta berjalan.

Di dalam rumah hantu itu, konon penampakan hantu nyata sering terjadi. Bukan boneka buatan yang sengaja dipasang. Atau petugas taman yang menyamar menjadi hantu. Melainkan sosok seram seperti genderuwo yang menampakkan diri. ’’Memang dari cerita yang saya dengar di depan rumah hantu itu ada yang menjaga juga. Sosok orang tua selalu berdiri di mulut wahana itu,’’ kata Ketua RT 6, Ambengan Batu, Tri Satrio Laksono.


Sejak Agustus 2018, TRS ditutup Pemkot Surabaya. Semenjak itu pula tidak ada aktivitas di sana. Hanya ada petugas satpam yang berjaga. Itu pun di depan taman. ’’Kondisi tutup, tetapi drum yang ada di atas panggung bunyi. Suara kursi besi untuk penonton seperti digeser. Dan banyak benda seakan jatuh dan dilempar. Siapa yang melakukannya tidak tahu. Jelas bukan aktivitas manusia,’’ ucap Trio.

Kini TRS telah rata dengan tanah. Pengelola lama memutuskan untuk menjual aset di sana. Wajah taman boleh berubah. Namun, kehidupan alam lain akan tetap abadi di sana.

---

SERBA-SERBI TRS

  • TRS beroperasi sejak 20 Februari 1971 dan menjadi salah satu wahana hiburan modern terlengkap.

  • Ada 20 wahana dan panggung yang selalu diisi dengan pentas seni saat akhir pekan.

  • Pemkot Surabaya menutup TRS pada 27 Agustus 2018 karena kerja sama dengan pengelola telah habis.

  • Pengelola membongkar dan menjual semua aset yang tersisa di TRS.

  • Pemkot berencana memanfaatkan lahan bekas TRS untuk sarana kesenian dan taman hiburan.


Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=ka9VtuBrW2g&ab_channel=jawapostvofficial

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore