
Pemandangan di kawasan Ketabangkali dengan adanya patung Suro dan Boyo yang berwarna-warni menambah keindahan sudut kota Surabaya kemarin malam. (Dite Surendra/Jawa Pos)
JawaPos.com – Jumlah penduduk Kota Surabaya terus bergerak dinamis dari waktu ke waktu. Berdasar hasil sensus penduduk terbaru 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya, jumlah penduduk Kota Surabaya mencapai 2.874.314 jiwa. Jumlah itu terdiri atas 1.425.168 laki-laki dan 1.449.146 penduduk perempuan.
Kasi Statistik Sosial BPS Surabaya M. Imron menyampaikan, jumlah penduduk itu meningkat jika dibandingkan dengan hasil sensus 2010. Saat itu jumlah penduduk Surabaya 2,77 juta jiwa. Artinya, ada peningkatan sekitar 108,8 ribu jiwa atau naik 3,94 persen. Sementara itu, jika dirunut sejak sensus pada 1980, kenaikan jumlah penduduk Kota Pahlawan hingga sensus 2020 sudah mencapai 856,8 ribu jiwa atau naik 42,47 persen. ’’Pertumbuhan penduduk mengalami peningkatan yang cukup signifikan,’’ kata M. Imron Senin (1/2). Menurut dia, banyak faktor yang memicu peningkatan sekaligus perubahan jumlah penduduk.
Di antaranya, faktor kelahiran dan kematian. Faktor urbanisasi juga sangat berpengaruh. Perkembangan Kota Surabaya yang begitu pesat memicu terjadinya migrasi. Banyak warga luar kota datang bekerja ke Surabaya hingga menjadi penduduk tetap. Sebaliknya, ada pula warga yang sebelumnya ber-KTP Surabaya pindah domisili ke luar kota. ’’Faktornya macam-macam (perubahan jumlah penduduk, Red). Bisa lahir, mati, maupun migrasi,’’ jelasnya.
Jumlah penduduk laki-laki yang lebih sedikit daripada penduduk perempuan memicu timbulnya rasio jenis kelamin sebesar 98. Artinya, dari seratus penduduk perempuan, terdapat 98 warga berjenis kelamin pria.
Sementara itu, dengan luas wilayah Surabaya mencapai 326,81 kilometer persegi, kepadatan penduduk Kota Surabaya berdasar hasil sensus penduduk 2020 sebanyak 8.795 jiwa per kilometer persegi.
Baca Juga: Jadi Bu Bos Bengkel, Tepergok Serong, Kini Terapis Panti Pijat Lagi
Imron menyampaikan, sensus penduduk 2020 adalah upaya untuk mewujudkan satu data kependudukan. Dengan begitu, sensus 2020 bertujuan menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia. Termasuk Kota Surabaya. Nah, untuk mencapai tujuan itu, dilakukan beberapa inovasi dan penyesuaian. Di antaranya, menggunakan metode kombinasi dengan basis data administrasi kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri.
Namun, kata Imron, pandemi Covid-19 memberikan tantangan pada pelaksanaan di lapangan. Dengan begitu, ada penyesuaian pada setiap tahapan proses dengan tetap berpegang pada tujuan besar sensus. Beberapa penyesuaian yang dilakukan adalah sistem sensus online diperpanjang hingga 29 Mei 2020. Wawancara yang semula dilaksanakan pada Juli 2020 dimundurkan ke September 2020. ’’Dengan kondisi pandemi ini, kami lakukan beberapa penyesuaian,’’ jelas Imron.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/ulveMNNNb9k

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
