
Arief Harsono (SAMATOR)
JawaPos.com – Pesan itu masih diingat betul Rachmat Harsono. Sang ayah, Arief Harsono, mengingatkan untuk membantu kebutuhan oksigen rumah sakit.
”Ada dua customer yang bukan klien dapat bantuan tabung oksigen. Itu suruhan (yang meminta, Red) dari bapak,” tutur Rachmat kemarin (3/7). Bagaimanapun, kata dia, menyelamatkan nyawa di atas segalanya. "Pesan ini yang memotivasi saya untuk melanjutkan semangat yang dimiliki bapak,” lanjutnya.
Jumat (2/7) pukul 21.30, Arief Harsono mengembuskan napas terakhir di RS Adi Husada.
Bos Samator Group itu dirawat sejak Minggu (27/6) karena Covid-19.
Arief sebenarnya rutin melakukan pemeriksaan PCR 3 atau 4 hari sekali. "Saya sebenarnya punya keyakinan kalau bapak akan sembuh. Tapi, Tuhan berkata lain,” katanya.
Menurut Rachmat, pesan lain yang diberikan kepadanya adalah menjaga ketersediaan tabung oksigen di seluruh Indonesia. ’’Sebelum mengembuskan napas terakhir, bapak justru berpikir bagaimana kesehatan orang lain. Ini tentu luar biasa,” ujarnya.
Adik Arief, Rasid Harsono, menuturkan, kepergian almarhum sangat mendadak. "Kami masih sempat berbincang dan mengobrol hari Minggu itu,” ungkapnya kemarin. Namun, kondisi sang kakak memburuk yang diikuti timbulnya gejala sesak hingga kadar oksigen menurun.
Rasid mengenang sosok kakaknya itu sebagai orang yang rendah hati, disiplin, dan memiliki jiwa leadership yang tinggi. ’’Beliau selalu berpesan untuk membantu orang yang membutuhkan tanpa melihat SARA,” terangnya.
Selama berkecimpung dalam penyediaan tabung oksigen, Rasid dititipi pesan untuk menjalankan distribusi secara masif ke seluruh Indonesia. ’’Khususnya untuk wilayah Jawa yang sekarang memang tengah dilanda lonjakan pasien,” tutur Rasid.
Arief Harsono meninggalkan banyak kenangan bagi anak dan cucu. Semangat kemanusiaan, disiplin, dan kepemimpinannya menjadi teladan bagi banyak orang.
Arief dikenal karena kegigihan dan kedermawanannya. Samator Group didirikan pada 22 Juli 1975. Awalnya, Arief mendirikan PT Samator sebagai pabrik gas acetylene skala kecil. Kini, Samator berkembang pesat menjadi perusahaan gas yang memiliki 60 cabang di Indonesia dan memenuhi kebutuhan di berbagai bidang. Dalam produksi oksigen, Grup Samator sudah menjalankan 50 pabrik oksigen dan 100 pengisian. Atas kegigihannya itu, Arief dikenal dengan julukan Bapak Oksigen Indonesia.
Saat pandemi Covid-19, Arief bersama beberapa pengusaha lain bergabung untuk menyumbangkan hingga lima kontainer tabung oksigen ke India. Arief juga masih sempat berkoordinasi dengan banyak rumah sakit di Indonesia demi memenuhi kebutuhan oksigen di berbagai lokasi.
Kolega Arief, Hermanto Tanoko, menilainya sebagai pahlawan yang telah berjibaku untuk memenuhi keperluan oksigen di Indonesia. ’’Berkat kegigihannya, Indonesia sudah mandiri di bidang oksigen,” ujarnya melalui unggahan di akun Instagram-nya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
