
JANGAN DIULANG, YA: Kasatpol PP Edi Christijanto memberikan wejangan kepada pelanggar PPKM darurat di TPU Keputih. Mereka juga akan diminta untuk merawat para penghuni liponsos. (Robertus Risky/Jawa Pos)
JawaPos.com – Perang melawan Covid-19 kembali digelorakan. Sejak dua hari lalu, Pemkot Surabaya menerapkan PPKM darurat. Aktivitas warga dibatasi. Sayangnya, masih ada saja yang melanggar aturan.
Sabtu malam (3/7), Wali Kota Eri Cahyadi bersama Forkopimda Surabaya berkeliling kota. Mereka memantau penerapan PPKM darurat. Total ada 33 titik yang dipelototi. Pukul 19.00, rombongan bergerak dari Taman Surya. Lokasi pertama yang dituju ialah kawasan Genteng Kali. Di wilayah tersebut, pelaku ekonomi serta warga taat aturan.
Pemandangan serupa terlihat di Tunjungan, Embong Malang, serta Kedungdoro. Seluruh lapak penjual di jalan tutup. Namun, di kawasan Jalan Indrapura, berdekatan dengan Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI), rombongan menepi. Sebab, ada sebuah warung kopi (warkop) yang masih buka. Eri turun untuk melakukan pemantauan. Di dalam warkop itu, ada empat pemuda. Mereka tampak sempoyongan. Saat petugas melakukan pemeriksaan, ditemukan sebuah botol minuman keras (miras).
’’Wah, iki langsung masuk bus,’’ ucap Kasatpol PP Eddy Christijanto. Hukuman sosial diberikan. Pelanggar diajak tour of duty. Bukan perjalanan wisata. Namun, mereka diajak ke TPU Keputih.
’’Bisa dilihat ini dampaknya ketika tidak menjaga kesehatan. Kalau melanggar aturan jam malam. Kumpul-kumpul tidak pakai masker,’’ terangnya.
Baca Juga: Sempat Kehilangan Kesadaran dan Mimpi Organ Tubuh Diambil
Di pemakaman itu, warga juga diminta melihat petugas yang terus bekerja. Mereka menggali makam 24 jam karena tingginya angka kematian akibat virus korona. ’’Kami memberikan bukti. Ben gak dikiro bohong,’’ tegasnya.
Hukuman yang diberikan belum usai. Warga diajak menuju lingkungan pondok sosial (liponsos). Di tempat itu, para pelanggar diminta membantu petugas untuk merawat orang dengan gangguan jiawa (ODGJ) serta penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).
Baca Juga: Tanah Warisan Tak Diurus, Tahu-Tahu Jadi Pujasera
Sanksi sosial diberikan pemkot. Eri menilai, warga harus ditunjukkan bukti bahwa korona masih ada. Bahkan terus mengganas. ’’Biar dilihat sendiri. Biar sadar hatinya,’’ ucap alumnus ITS itu.
Sanksi sosial lain tengah disiapkan. Para pelanggar yang terjaring razia harus bersiap. Pemkot bakal mengajak warga melihat rumah sakit rujukan yang penuh pasien Covid-19.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Skor Azerbaijan vs Liechtenstein di Liga Nations UEFA: Milli Menang Tipis Kejar Promosi
Prediksi Skor Wales vs Norwegia di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022