
Ilustrasi pelecehan anak. Andre Angkawijaya/Antara
JawaPos.com- Kasus percobaan penculikan anak saat mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM), mesti mendapat atensi serius sejumlah pihak. Terutama para orang tua. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Pemkot Surabaya Supomo pun turut prihatin dengan peristiwa tersebut.
Dia kembali mengingatkan agar para wali murid benar-benar komitmen selama PTM berlangsung. "Kita sudah berkali-kali menekankan bahwa siswa harus diantar jemput oleh orang tuanya," tutur Supomo, Rabu (20/10).
Selain masih pandemi, komitmen antar-jemput orang tua atau pihak keluarga itu juga mengantisipasi potensi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Supomo menyatakan, pihak sekolah juga sudah diminta untuk turut melakukan pengawasan terhadap para siswa.
Demikian juga para guru. Supomo juga berharap para guru ikut memastikan bahwa anak didiknya benar-benar telah diantar-jemput oleh orang tua atau keluarganya. "Walaupun toh rumahnya dekat. Tetap, kami minta harus diantar-jemput. Itu salah stau komitmen yang kita minta dulu ke sekolah sebelum menggelar PTM," terangnya.
Bahkan, lanjut Supomo, pihaknya juga meminta agar para orang tua murid tidak memakai jasa ojek online (ojol) dalam mengantar maupun menjemput anaknya ke sekolah. Komitmen itupun sudah dituangkan dalam pernyataan tertulis. "Ada suratnya. Yang jelas itu wajib diantar jemput orang tua," tegasnya.
Mantan kepala dinas sosial itu memastikan akan terus mengevaluasi kembali pelaksanaan PTM. "Ini kami masih cek ke kepala sekolah bersangkutan. Yang jelas, kami akan evaluasi PTM dan terus mengingatkan kembali komitmen-komitmen yang sudah disepakati," jelasnya.
Seperti diberitakan Jawa Pos (20/10), Polrestabes Surabaya mendapat laporan percobaan penculikan terhadap anak di bawah umur Selasa (19/10). MI, korban, sempat dimasukkan ke sebuah mobil. Dia berhasil kabur ketika pria yang membawanya lengah saat mampir di SPBU di Jalan Jemursari.
Dalam laporan yang masuk, korban diculik ketika berangkat sekolah. MI saat itu berjalan kaki. Sebab, jarak rumah dan sekolahnya tidak terlalu jauh. MI menyebut awalnya dihentikan salah seorang pelaku yang keluar dari mobil berwarna hitam di Jalan Jemursari.
Pria tak dikenal itu menanyakan lokasi SPBU terdekat. Siswa SD itu kemudian dipaksa masuk ke mobil yang ditumpangi pria tersebut. Di dalam kendaraan itu, terdapat dua orang lain. Mobil itu selanjutnya melaju ke SPBU di Jalan Jemursari. Dua pelaku keluar mobil. Seorang pelaku lainnya menelepon seseorang. MI memanfaatkan kelengahan tersebut untuk kabur.
Bocah itu lari ke arah sekolah. Dia melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada penjaga sekolah. MI diantar pulang. Upaya percobaan penculikan tersebut kemudian dikabarkan kepada keluarga.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
