Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 September 2022 | 00.48 WIB

Sebelum Terbang, Pilot Keliling Periksa Pesawat Pastikan Semua Aman

PARTIKAN AMAN: Refaldi Rachmat Pratama (kiri), pilot Batik Air, bersama kopilot Marco Yossie Asnomo melakukan pengecekan sebelum penerbangan Batir Air rute Surabaya-Singapura Jumat (23/9). (Angger Bondan/Jawa Pos) - Image

PARTIKAN AMAN: Refaldi Rachmat Pratama (kiri), pilot Batik Air, bersama kopilot Marco Yossie Asnomo melakukan pengecekan sebelum penerbangan Batir Air rute Surabaya-Singapura Jumat (23/9). (Angger Bondan/Jawa Pos)

JawaPos.com – Sebelum mengudara, pilot tak hanya mengecek dokumen kelengkapan terbang. Dia juga harus memeriksa semua bagian luar pesawat. Mulai bodi, lampu, ban, hingga sayap. Tujuannya, menjamin keselamatan selama penerbangan.

Pilot memastikan dan harus meneliti semua dokumen sebelum menandatanganinya. Dokumen berupa buku itu memuat informasi dokumentasi penerbangan. Juga, mencantumkan nama dan jumlah kru.

Termasuk waktu penerbangan, informasi dari perusahaan, serta riwayat perawatan pesawat. Jika semua tidak bermasalah berdasar pengecekan, pilot menandatangani dokumen sekaligus bertanggung jawab pada pesawat tersebut.

Kapten Refaldi Rachmat Pratama mengatakan, bukan hanya dokumen untuk keperluan imigrasi yang diperiksa. Pilot juga berkeliling untuk mengecek bagian eksterior pesawat sebelum terbang. Misalnya, bagian badan pesawat dilihat ada lekukan atau tidak. Terutama setelah pesawat bertabrakan dengan burung.

Ban pesawat juga harus dipastikan aman. Begitu pun bagian lain, dipastikan tidak ada kendala. Pengecekan dilakukan secara detail. Sebuah senter dibawa untuk meyakinkan semua bagian dalam kondisi baik.

Pengecekan tersebut sebetulnya sudah dilakukan pihak teknisi. Hanya, Refaldi ingin memastikan ulang. ’’Saya memutari pesawat untuk melakukan pengecekan,’’ kata pilot Batik Air itu, Jumat (23/9).

Sementara itu, kopilot juga mengecek dokumen di dalam kabin. Yakni, mengecek ada tidaknya notice to airmen (notam). Dari notam itu dapat diketahui ada tidaknya penutupan wilayah penerbangan. Misalnya, penutupan karena ada latihan militer, festival layang-layang, atau kegiatan lain yang memanfaatkan area terbang.

Pada salah satu penerbangannya menuju Singapura, Refaldi menuturkan, ada jam kerja yang sudah menjadi aturan wajib. Dalam sehari maksimal 9 jam terbang. ’’Ini kalau untuk yang dua kru ya,’’ ucap pria kelahiran Lombok itu.

Seorang pilot juga wajib beristirahat minimal 13 jam sebelum mereka terbang lagi. Hal tersebut harus dipatuhi semua maskapai. Saat di dalam kabin, pilot tak hanya didampingi kopilot. Tapi, ada juga engineer yang duduk tepat di belakang pilot. Tujuannya, membantu jika terjadi sesuatu. Meski, kejadian tersebut jarang ditemui.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore