
PARTIKAN AMAN: Refaldi Rachmat Pratama (kiri), pilot Batik Air, bersama kopilot Marco Yossie Asnomo melakukan pengecekan sebelum penerbangan Batir Air rute Surabaya-Singapura Jumat (23/9). (Angger Bondan/Jawa Pos)
JawaPos.com – Sebelum mengudara, pilot tak hanya mengecek dokumen kelengkapan terbang. Dia juga harus memeriksa semua bagian luar pesawat. Mulai bodi, lampu, ban, hingga sayap. Tujuannya, menjamin keselamatan selama penerbangan.
Pilot memastikan dan harus meneliti semua dokumen sebelum menandatanganinya. Dokumen berupa buku itu memuat informasi dokumentasi penerbangan. Juga, mencantumkan nama dan jumlah kru.
Termasuk waktu penerbangan, informasi dari perusahaan, serta riwayat perawatan pesawat. Jika semua tidak bermasalah berdasar pengecekan, pilot menandatangani dokumen sekaligus bertanggung jawab pada pesawat tersebut.
Kapten Refaldi Rachmat Pratama mengatakan, bukan hanya dokumen untuk keperluan imigrasi yang diperiksa. Pilot juga berkeliling untuk mengecek bagian eksterior pesawat sebelum terbang. Misalnya, bagian badan pesawat dilihat ada lekukan atau tidak. Terutama setelah pesawat bertabrakan dengan burung.
Ban pesawat juga harus dipastikan aman. Begitu pun bagian lain, dipastikan tidak ada kendala. Pengecekan dilakukan secara detail. Sebuah senter dibawa untuk meyakinkan semua bagian dalam kondisi baik.
Pengecekan tersebut sebetulnya sudah dilakukan pihak teknisi. Hanya, Refaldi ingin memastikan ulang. ’’Saya memutari pesawat untuk melakukan pengecekan,’’ kata pilot Batik Air itu, Jumat (23/9).
Sementara itu, kopilot juga mengecek dokumen di dalam kabin. Yakni, mengecek ada tidaknya notice to airmen (notam). Dari notam itu dapat diketahui ada tidaknya penutupan wilayah penerbangan. Misalnya, penutupan karena ada latihan militer, festival layang-layang, atau kegiatan lain yang memanfaatkan area terbang.
Pada salah satu penerbangannya menuju Singapura, Refaldi menuturkan, ada jam kerja yang sudah menjadi aturan wajib. Dalam sehari maksimal 9 jam terbang. ’’Ini kalau untuk yang dua kru ya,’’ ucap pria kelahiran Lombok itu.
Seorang pilot juga wajib beristirahat minimal 13 jam sebelum mereka terbang lagi. Hal tersebut harus dipatuhi semua maskapai. Saat di dalam kabin, pilot tak hanya didampingi kopilot. Tapi, ada juga engineer yang duduk tepat di belakang pilot. Tujuannya, membantu jika terjadi sesuatu. Meski, kejadian tersebut jarang ditemui.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
