
HIDUPAKAN: Sejumlah penumpang kereta api menaiki Kereta Api Listrik (KRL) di Satsiun Gubeng Baru, Surabaya, Rabu (10/2/2021). Uji coba kereta api tersebut dilakukan dengan melayani rute jarak pendek diantara Sidoarjo,Surabaya, dan Gresik. Robertus Risky/
JawaPos.com - Kereta api (KA) komuter jalur Surabaya–Sidoarjo tak kunjung beroperasi sejak pandemi. Kondisi halte pun kini cukup memprihatinkan dan kurang terawat. Padahal, banyak pekerja yang menggunakan moda transportasi itu.
Hal tersebut dikeluhkan masyarakat sehingga membuat petisi. Mereka meminta KA komuter yang beroperasi sejak 2004 itu diaktifkan lagi. Sebab, alasan penghentian karena pandemi dinilai tak relevan seiring pencabutan aturan PPKM. Tak hanya itu, efektivitas dan mobilitas pun lebih cepat jika menggunakan KA komuter.
’’Juga mengurangi tingkat kecelakaan atau bahkan polusi. Sekarang kan masyarakat tidak punya banyak pilihan selain pakai kendaraan pribadi,’’ kata Iwan Nurdianto, perwakilan Forum Diskusi Transportasi Surabaya (FDTS), Rabu (18/1).
Menurut dia, kesadaran masyarakat akan penggunaan transportasi publik terus meningkat. Contohnya, penumpang Trans Jatim atau Suroboyo Bus yang semakin banyak.
Dengan begitu, jalur KA komuter memang memiliki urgensi untuk segera diaktifkan lagi. Meski dikenai sedikit tarif, tak masalah asalkan operasional berkelanjutan.
’’Harapan saya, pihak terkait segera membuat kajian dan perbaikan sarana-prasarana. Sehingga tahun ini bisa terlaksana karena fasilitasnya sudah tersedia,’’ ujarnya.
Senior Manager PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Daop 8 Agus Priatna mengatakan bahwa kajian awal reaktivasi telah dilakukan. Pasalnya, ada sejumlah potensi jika selter kembali beroperasi.
Di antaranya, waktu perjalanan lebih cepat, berdekatan dengan area perkantoran dan permukiman, serta jumlah KA yang melintasi selter mencapai 38 perjalanan.
’’Memang ada rencana pengembangan. Tapi, kami menunggu kejelasan mengenai status aset apakah milik pemkot, PT KAI, atau PT KCI,’’ ungkapnya.
Pihaknya pun memberikan perhatian di beberapa aspek karena selter terlalu lama berhenti beroperasi. Misalnya, keselamatan dan penunjang penyandang disabilitas, pelayanan ruang tunggu dan ticketing, serta sumber daya manusia di selter. Dengan demikian, ketika beroperasi, masyarakat dapat mendapatkan pelayanan yang maksimal.
’’Kami akan lakukan kajian lebih lanjut bersama berbagai instansi. Di antaranya, Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim dan Surabaya serta balai teknik perkeretaapian,’’ jelasnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
