Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Januari 2023 | 01.48 WIB

Segera Aktifkan Lagi KA Komuter Surabaya–Sidoarjo

HIDUPAKAN: Sejumlah penumpang kereta api menaiki Kereta Api Listrik (KRL) di Satsiun Gubeng Baru, Surabaya, Rabu (10/2/2021). Uji coba kereta api tersebut dilakukan dengan melayani rute jarak pendek diantara Sidoarjo,Surabaya, dan Gresik. Robertus Risky/ - Image

HIDUPAKAN: Sejumlah penumpang kereta api menaiki Kereta Api Listrik (KRL) di Satsiun Gubeng Baru, Surabaya, Rabu (10/2/2021). Uji coba kereta api tersebut dilakukan dengan melayani rute jarak pendek diantara Sidoarjo,Surabaya, dan Gresik. Robertus Risky/

JawaPos.com - Kereta api (KA) komuter jalur Surabaya–Sidoarjo tak kunjung beroperasi sejak pandemi. Kondisi halte pun kini cukup memprihatinkan dan kurang terawat. Padahal, banyak pekerja yang menggunakan moda transportasi itu.

Hal tersebut dikeluhkan masyarakat sehingga membuat petisi. Mereka meminta KA komuter yang beroperasi sejak 2004 itu diaktifkan lagi. Sebab, alasan penghentian karena pandemi dinilai tak relevan seiring pencabutan aturan PPKM. Tak hanya itu, efektivitas dan mobilitas pun lebih cepat jika menggunakan KA komuter.

’’Juga mengurangi tingkat kecelakaan atau bahkan polusi. Sekarang kan masyarakat tidak punya banyak pilihan selain pakai kendaraan pribadi,’’ kata Iwan Nurdianto, perwakilan Forum Diskusi Transportasi Surabaya (FDTS), Rabu (18/1).

Menurut dia, kesadaran masyarakat akan penggunaan transportasi publik terus meningkat. Contohnya, penumpang Trans Jatim atau Suroboyo Bus yang semakin banyak.

Dengan begitu, jalur KA komuter memang memiliki urgensi untuk segera diaktifkan lagi. Meski dikenai sedikit tarif, tak masalah asalkan operasional berkelanjutan.

’’Harapan saya, pihak terkait segera membuat kajian dan perbaikan sarana-prasarana. Sehingga tahun ini bisa terlaksana karena fasilitasnya sudah tersedia,’’ ujarnya.

Senior Manager PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Daop 8 Agus Priatna mengatakan bahwa kajian awal reaktivasi telah dilakukan. Pasalnya, ada sejumlah potensi jika selter kembali beroperasi.

Di antaranya, waktu perjalanan lebih cepat, berdekatan dengan area perkantoran dan permukiman, serta jumlah KA yang melintasi selter mencapai 38 perjalanan.

’’Memang ada rencana pengembangan. Tapi, kami menunggu kejelasan mengenai status aset apakah milik pemkot, PT KAI, atau PT KCI,’’ ungkapnya.

Pihaknya pun memberikan perhatian di beberapa aspek karena selter terlalu lama berhenti beroperasi. Misalnya, keselamatan dan penunjang penyandang disabilitas, pelayanan ruang tunggu dan ticketing, serta sumber daya manusia di selter. Dengan demikian, ketika beroperasi, masyarakat dapat mendapatkan pelayanan yang maksimal.

’’Kami akan lakukan kajian lebih lanjut bersama berbagai instansi. Di antaranya, Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim dan Surabaya serta balai teknik perkeretaapian,’’ jelasnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore