Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Juli 2023 | 12.18 WIB

Penutupan Bulan Bung Karno, Wali Kota Eri Cahyadi Berharap Anak-anak Surabaya Berjiwa Seperti Seokarno

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi resmi menutup serangkaian acara yang digelar selama Bulan Bung Karno, Jumat (28/9). - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi resmi menutup serangkaian acara yang digelar selama Bulan Bung Karno, Jumat (28/9).

JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi resmi menutup serangkaian acara yang digelar selama Bulan Bung Karno, Jumat (28/7). Penutupan Bulan Bung Karno di Balai Pemuda Alun-Alun Surabaya itu dihadiri sejumlah perwakilan anak-anak Surabaya dan juga jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Dalam acara tersebut, dinagikan piagam penghargaan kepada semua pemenang lomba yang digelar selama Bulan Bung Karno. Ada lomba mewarnai, menggambar, hingga lomba story telling.

Selama Bulan Bung Karno, Pemkot Surabaya menggelar serangkaian acara. Ada napak tilas, sekolah kebangsaan, hingga sejumlah lomba. Sehingga, Bulan Bung Karno di Surabaya sangat meriah.

Wali Kota Eri mengatakan, peringatan Bulan Bung Karno di Surabaya harus memberikan kesan bagi anak-anak Surabaya. Dia berharap anak-anak Surabaya memiliki semangat seperti semangatnya Bung Karno, harus selalu ditanamkan jiwa cinta Tanah Air seperti Bung Karno.

”Contohlah Bung Karno dan di dalam jiwa anak-anakku harus berjiwa seperti Bung Karno,” kata Wali Kota Eri.

Menurut dia, Soekarno atau Bung Karno yang merupakan arek Surabaya dan lahir di Surabaya itu sering berdoa dan selalu salat. Bung Karno juga selalu datang dan tawadu kepada para alim ulama atau para kiai. Bung Karno juga orang yang pintar dan tidak pernah berhenti belajar.

”Bung Karno itu tidak pernah menyakiti saudaranya sendiri, yang diajak perang adalah para penjajah dan sekutunya. Jadi, tidak pernah mengajak perang saudaranya sendiri. Kalau anak-anakku ada yang senang berantem, pertanyaannya itu ikut siapa?” ucap Eri.

Oleh karena itu, lanjut dia, mulai sekarang anak-anak Surabaya harus diajarkan kebangsaan dan cinta tanah air. Hal itu harus terpatri di dalam hati, sehingga ke depan tidak boleh ada lagi anak Surabaya yang berkelahi dan tidak boleh ada lagi yang saling menyakiti serta saling menjelek-jelekkan satu dengan yang lain. Sebab, di dalam anak-anak Surabaya itu mengalir darahnya Presiden Pertama Republik Indonesia, yaitu Bung Karno.

”Jadi, tidak boleh mencontoh yang jelek-jelek. Bung Karno punya darah yang bagus dan baik untuk negara ini, untuk agamanya. Maka anak-anakku harus bisa menjadi anak-anak yang memiliki jiwa kebangsaan yang luar biasa,” tutur Eri.

Setelah penutupan Bulan Bung Karno, Wali Kota Eri minta kepada seluruh anak, jajaran pemkot, dan semua elemen di Surabaya mengibarkan bendera merah putih di seluruh rumah dan kantor-kantor. Hal itu penting untuk menunjukkan semangat kemerdekaan.

”Di sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta harus penuh dengan bendera merah putih untuk menunjukkan bahwa perjuangan Bung Karno dalam merebut kemerdekaan sangat luar biasa. Sekolah-sekolah dan perkantoran harus penuh dengan bendera merah putih,” ucap Eri.

Selain itu, Wali Kota Eri juga minta anak-anak Surabaya menjadi anak-anak yang hebat bagi Kota Surabaya. Sebab, Surabaya ini ke depannya akan dipimpin oleh anak-anak hebat itu.

”Semangat untuk anak-anakku semuanya, di tangan kalianlah Surabaya di masa mendatang,” kata Eri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore