Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Oktober 2024 | 20.19 WIB

Pemkot Konsep Surabaya Jadi Kota Kelas Dunia

Pemandangan di kawasan Ketabangkali dengan adanya patung Suro dan Boyo yang berwarna-warni menambah keindahan sudut kota Surabaya kemarin malam. (Dite Surendra/Jawa Pos) - Image

Pemandangan di kawasan Ketabangkali dengan adanya patung Suro dan Boyo yang berwarna-warni menambah keindahan sudut kota Surabaya kemarin malam. (Dite Surendra/Jawa Pos)

JawaPos.com – Surabaya meraih juara pertama I-SIM for Cities 2024 sebagai kota dengan pembangunan berkelanjutan terbaik di Indonesia. Penghargaan itu menjadi penyemangat bagi pemkot untuk menuntaskan sejumlah persoalan serta mewujudkan Surabaya menjadi kota kelas dunia.

Ada beberapa persoalan yang menjadi perhatian Pemkot Surabaya. Di antaranya, kemiskinan, penataan ruang kota, pengangguran, kesehatan, pendidikan, kesenjangan sosial ekonomi, hingga penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) minimal 30 persen.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan, ada 17 indikator dalam pembangunan berkelanjutan.

Namun, pemkot berfokus menangani 7 permasalahan terlebih dahulu. ”Penanganannya membutuhkan kolaborasi dengan seluruh stakeholder,” ucapnya kemarin (8/10).

Penanganan kemiskinan misalnya. Permasalahan itu menjadi tanggung jawab seluruh dinas. Digarap keroyokan. Tujuannya, angka kemiskinan berkurang signifikan.

Contohnya, dinas koperasi usaha kecil dan menengah perdagangan (dinkopumdag) membantu akses permodalan bagi UMKM. Sedangkan dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman serta pertanahan (DPRKPP) merancang program padat karya.

Menurut Irvan, ada tiga formulasi untuk menekan angka kemiskinan. ”Yakni, menurunkan beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan pendapatan, serta mengurangi kantong kemiskinan,” ucapnya.

Kesenjangan Sosial

Penanganan kemiskinan, kata Irvan, juga berguna untuk menekan kesenjangan sosial. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya menunjukkan bahwa kesenjangan di Surabaya naik dari tahun sebelumnya, bahkan tertinggi di Jatim. Sebagai solusinya, pemkot memberikan intervensi kepada kelompok bawah, menengah, dan atas.

Untuk kelompok bawah, pemkot menyediakan layanan dasar berupa kesehatan dan pendidikan gratis. Intervensi di kelompok menengah lebih difokuskan pada peningkatan SDM, usaha, atau industri skala mikro. Sementara bantuan untuk kalangan atas mewujud pada pembuatan regulasi dan kebijakan terkait perpajakan.

Bidang Kesehatan Pemkot menyediakan layanan kesehatan prima bagi warga. Mulai di rumah sakit hingga di balai RW.

Pertengahan tahun ini, pemkot menambah inovasi di bidang kesehatan lewat program satu kelurahan satu ambulans dan puskesmas pembantu (pustu) dengan integrasi layanan primer (ILP).

Konsep Tata Kota Surabaya

Setiap tahun pemkot berupaya menambah RTH. Targetnya, luasan minimal jalur hijau tersebut bisa mencapai 30 persen dari total luas kota.

Untuk menambah RTH, lanjut Irvan, pihaknya akan memperbanyak taman hutan raya (tahura) sebagai hutan terapi atau healing forest serta menjadi tempat pemberdayaan ekonomi warga sekitar.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore