
Pemandangan di kawasan Ketabangkali dengan adanya patung Suro dan Boyo yang berwarna-warni menambah keindahan sudut kota Surabaya kemarin malam. (Dite Surendra/Jawa Pos)
JawaPos.com – Surabaya meraih juara pertama I-SIM for Cities 2024 sebagai kota dengan pembangunan berkelanjutan terbaik di Indonesia. Penghargaan itu menjadi penyemangat bagi pemkot untuk menuntaskan sejumlah persoalan serta mewujudkan Surabaya menjadi kota kelas dunia.
Ada beberapa persoalan yang menjadi perhatian Pemkot Surabaya. Di antaranya, kemiskinan, penataan ruang kota, pengangguran, kesehatan, pendidikan, kesenjangan sosial ekonomi, hingga penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) minimal 30 persen.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan, ada 17 indikator dalam pembangunan berkelanjutan.
Namun, pemkot berfokus menangani 7 permasalahan terlebih dahulu. ”Penanganannya membutuhkan kolaborasi dengan seluruh stakeholder,” ucapnya kemarin (8/10).
Penanganan kemiskinan misalnya. Permasalahan itu menjadi tanggung jawab seluruh dinas. Digarap keroyokan. Tujuannya, angka kemiskinan berkurang signifikan.
Contohnya, dinas koperasi usaha kecil dan menengah perdagangan (dinkopumdag) membantu akses permodalan bagi UMKM. Sedangkan dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman serta pertanahan (DPRKPP) merancang program padat karya.
Menurut Irvan, ada tiga formulasi untuk menekan angka kemiskinan. ”Yakni, menurunkan beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan pendapatan, serta mengurangi kantong kemiskinan,” ucapnya.
Kesenjangan Sosial
Penanganan kemiskinan, kata Irvan, juga berguna untuk menekan kesenjangan sosial. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya menunjukkan bahwa kesenjangan di Surabaya naik dari tahun sebelumnya, bahkan tertinggi di Jatim. Sebagai solusinya, pemkot memberikan intervensi kepada kelompok bawah, menengah, dan atas.
Untuk kelompok bawah, pemkot menyediakan layanan dasar berupa kesehatan dan pendidikan gratis. Intervensi di kelompok menengah lebih difokuskan pada peningkatan SDM, usaha, atau industri skala mikro. Sementara bantuan untuk kalangan atas mewujud pada pembuatan regulasi dan kebijakan terkait perpajakan.
Bidang Kesehatan Pemkot menyediakan layanan kesehatan prima bagi warga. Mulai di rumah sakit hingga di balai RW.
Pertengahan tahun ini, pemkot menambah inovasi di bidang kesehatan lewat program satu kelurahan satu ambulans dan puskesmas pembantu (pustu) dengan integrasi layanan primer (ILP).
Konsep Tata Kota Surabaya
Setiap tahun pemkot berupaya menambah RTH. Targetnya, luasan minimal jalur hijau tersebut bisa mencapai 30 persen dari total luas kota.
Untuk menambah RTH, lanjut Irvan, pihaknya akan memperbanyak taman hutan raya (tahura) sebagai hutan terapi atau healing forest serta menjadi tempat pemberdayaan ekonomi warga sekitar.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
