
ILUSTRASI. (DEAN/AI/JAWA POS)
JawaPos.com - Rumah besar di daerah Sawahan, Surabaya, itu kembali tak berpenghuni. Konon, tidak ada yang bertahan lama tinggal di sana. Sejumlah gangguan sering muncul. Salah satunya dialami keluarga Melissa yang kerap mendadak sakit-sakitan.
Hanya bertahan setahun Melissa dan keluarga menghuni rumah tersebut. Informasi mengejutkan pun baru dia ketahui setelah pindah. Ternyata tempat tinggalnya tersebut bekas pesugihan pemilik lama.
Di masa itu, rumah baru Melissa terbilang yang paling besar. Rumahnya memanjang dengan halaman belakang yang luas. Bahkan, setelah dibuat kolam renang pun masih menyisakan kebun dengan sejumlah pohon mangga.
Tidak ada yang janggal dari tampilan bangunannya, selain memang harganya yang cukup murah. ’’Tapi, awal ayah merenovasi rumah itu sempat nemu kepala sapi entah kerbau gitu terkubur di halaman belakang. Ayah ngiranya hewan peliharaan aja,’’ ungkap Melissa kepada Jawa Pos pada Rabu (30/10).
Melissa dan kedua ortunya kemudian boyongan ke Surabaya setelah merantau di Jakarta. Kakak lelakinya tetap berada di ibu kota lantaran harus melanjutkan kuliah. Saat itu, Melissa masih berusia 6 tahun. Meski begitu, peristiwa tersebut masih terekam jelas di ingatannya.
’’Sejak pindah ke rumah itu, kami bertiga yang tadinya sehat-sehat aja jadi sakit-sakitan dan itu bergantian terus. Misal, aku sakit, 3–5 hari baru pulih. Minggu depannya ganti ibu. Ibu sembuh, ganti ayah. Ayah sembuh, balik lagi ke aku,’’ beber Melissa.
Pada suatu malam, Melissa makan malam mengundang sanak saudara di Surabaya. Dua asisten rumah tangganya bersantai di tepi kolam menunggu acara selesai.
Suasana makan malam yang tenang berubah jadi teriakan. Kedua ART-nya berteriak sambil berlarian ketakutan dari halaman belakang.
’’Bapak, Ibu tolong. Ada bola api di atas kolam, kata mereka. Bola apinya itu lama-lama membesar jadi kayak cincin api. Mereka pucat, sampai daster salah satu ART-ku robek gara-gara ditarik temennya saking ketakutannya,’’ ungkapnya.
Namun, saat yang lain melihat ke belakang, bola api itu sudah lenyap. Tak lama semenjak kejadian itu, ayah Melissa jatuh sakit. Segala pengobatan di berbagai rumah sakit sudah dicoba, tetapi tidak ada yang berhasil.
’’Pada saat itu kondisi ayah parah sekali. Omku kemudian mencoba konsul ke orang pinter. Ayah diobatin. Beberapa hari kemudian sembuh, bahkan bisa jalan lagi meski pakai tongkat,’’ ujarnya.
Orang pintar itu juga sempat mengimbau keluarga Melissa untuk segera keluar dari rumah tersebut. Jika tidak, dikhawatirkan bisa merenggut nyawa.
’’Orangnya bilang ada yang tidak beres. Sesuatu di rumah itu jahat. Kalau tetap di sana, takutnya mengancam nyawa karena serangannya fisik ke penyakit,’’ sambung Mel, sapaan akrabnya.
Melissa baru diterima di salah satu sekolah bergengsi di Surabaya. Mereka juga belum genap setahun di sana. Jadi, ayahnya memutuskan untuk bertahan sebentar. Ketiganya masih sakit bergantian. Hingga Melissa melihat sendiri wujud makhluk yang menghuni rumahnya.
Malam itu, Melissa bermain di luar bersama kedua sepupunya. Ada kakak laki-lakinya yang datang menjenguk sang ayah. Posisinya, kakak Melissa bermain gitar membelakangi kebun belakang.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
