
Perempuan berkerudung yang masuk ke dalam Gereja dan membawa senjata tajam sedang ditanyai jemaat Gereja. (Instagram @lyana.lukito)
JawaPos.com - Masyarakat Surabaya baru-baru ini digegerkan dengan aksi nekat seorang perempuan berkerudung, yang membawa senjata tajam (sajam) berupa pisau ke dalam Gereja. Setelah ditelusuri lebih jauh, kejadian tersebut terjadi di Gereja Katolik St Stefanus Tandes, Jalan Manukan Rukun, Lontar Sambikerep, Surabaya. Tepatnya sebelum misa pagi.
Aksi nekat perempuan itu dibagikan oleh akun Instagram @doominic.id, Rabu (20/11). Tak berselang lama, pemilik akun instagram @lyana.lukito turut membagikan insiden itu.
Video berdurasi 1 menit 30 detik itu menampilkan jemaat dan pengurus gereja, yang sedang mewawancarai perempuan yang membawa sajam.
Dalam video, perempuan tersebut tampak duduk di bangku Gereja. "Oh jatuh ya," ujar yang bersangkutan sambil melihat senjata tajamnya yang jatuh ke lantai.
Seorang jemaat laki-laki kemudian memastikan benda yang jatuh, yang diduga pisau dapur sudah diamankan. "Sudah, sudah kami amankan. Kami yakin Anda orang baik," ucap sang jemaat.
Perempuan yang membawa pisau di Gereja Katolik St. Stefanus Tandes itu mengaku berusia 18 tahun dan belum memiliki KTP. Ia juga berasal dari Pulau Madura.
"Kamu dari Madura langsung ke sini, kok tahu alamatnya sini siapa yang ngasih tahu alamatnya?" tanya salah seorang jemaat yang berada di Gereja.
Namun, perempuan tersebut justru memberikan penjelasan yang ambigu. "Allah Ta'ala yang nyuruh," ucapnya. "Allah Ta'ala itu orang?" cecar seorang jemaat Gereja sekali lagi.
Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina Shanty Nainggolan membenarkan kejadian itu. "Yang di Gereja, iya benar," ujarnya kepada JawaPos.com baru-baru ini.
AKP Rina juga membenarkan kronologi kejadian yang diuraikan akun Instagram @doominic.id. Dari penyelidikan sementara, perempuan tersebut hanya seorang diri. Artinya, tidak ada pelaku lain.
"Yang jelas berita itu benar, yang bersangkutan sekarang lagi diobservasi di Rumah Sakit Jiwa Menur. Observasinya selama dua minggu. Itu saja yang bisa saya konfirmasi," jelasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
