
Ilustrasi dampak cuaca ekstrem di Surabaya. (Juliana Christy/JawaPos.com)
JawaPos.com–Cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini di Surabaya memberikan dampak yang signifikan pada berbagai sektor kehidupan masyarakat. Fenomena seperti hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi, membawa risiko serius, khususnya di sektor transportasi, kawasan pesisir, dan lingkungan perkotaan.
Menurut Ady Hermanto, prakirawan cuaca BMKG Perak, salah satu dampak utama cuaca ekstrem pada transportasi darat adalah berkurangnya jarak pandang saat hujan deras. Hal ini dapat memicu kecelakaan lalu lintas, terutama jika pengendara tidak berhati-hati.
”Ketika hujan deras terjadi, jalan raya menjadi licin, dan genangan air kerap muncul di beberapa wilayah Surabaya. Area seperti Darmo dan Margomulyo menjadi contoh lokasi yang masih rentan terhadap genangan air. Pengendara yang melintasi daerah ini harus lebih waspada,” ujar Ady kepada JawaPos.com.
Kondisi jalan yang tergenang tidak hanya memperlambat arus lalu lintas tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan akibat aquaplaning atau hilangnya traksi ban kendaraan di permukaan air.
Cuaca ekstrem juga berdampak signifikan pada transportasi laut. Ketika curah hujan tinggi disertai angin kencang, gelombang di perairan cenderung meningkat drastis.
”Ketinggian gelombang bisa mencapai dua kali lipat dari prakiraan awal. Hal ini menjadi ancaman serius bagi aktivitas penyeberangan kapal. Kami telah mengeluarkan peringatan kepada para stakeholder untuk selalu mewaspadai perubahan cuaca,” jelas Ady.
Dia menambahkan, pengguna jasa penyeberangan diimbau untuk mengikuti informasi terbaru dari BMKG sebelum berlayar, demi menghindari risiko kecelakaan.
Di wilayah pesisir, cuaca ekstrem sering kali diperburuk oleh fenomena pasang maksimum, seperti yang diperkirakan akan terjadi pada 12–18 Desember. Pasang maksimum, yang bersamaan dengan curah hujan tinggi, berpotensi memicu banjir rob.
”Air hujan yang melimpah, ditambah dengan drainase yang tidak lancar, akan memperburuk genangan di daerah pesisir. Akibatnya, kantong-kantong genangan air semakin banyak, terutama di sekitar pelabuhan atau area rendah lainnya,” kata Ady.
Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat pesisir, termasuk distribusi logistik dan operasi pelabuhan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
