Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Desember 2024 | 21.44 WIB

BMKG: Waspadai Dampak Cuaca Ekstrem terhadap Aktivitas Sehari-hari

Ilustrasi dampak cuaca ekstrem di Surabaya. (Juliana Christy/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi dampak cuaca ekstrem di Surabaya. (Juliana Christy/JawaPos.com)

JawaPos.com–Cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini di Surabaya memberikan dampak yang signifikan pada berbagai sektor kehidupan masyarakat. Fenomena seperti hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi, membawa risiko serius, khususnya di sektor transportasi, kawasan pesisir, dan lingkungan perkotaan.

Menurut Ady Hermanto, prakirawan cuaca BMKG Perak, salah satu dampak utama cuaca ekstrem pada transportasi darat adalah berkurangnya jarak pandang saat hujan deras. Hal ini dapat memicu kecelakaan lalu lintas, terutama jika pengendara tidak berhati-hati.

”Ketika hujan deras terjadi, jalan raya menjadi licin, dan genangan air kerap muncul di beberapa wilayah Surabaya. Area seperti Darmo dan Margomulyo menjadi contoh lokasi yang masih rentan terhadap genangan air. Pengendara yang melintasi daerah ini harus lebih waspada,” ujar Ady kepada JawaPos.com.

Kondisi jalan yang tergenang tidak hanya memperlambat arus lalu lintas tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan akibat aquaplaning atau hilangnya traksi ban kendaraan di permukaan air.

Cuaca ekstrem juga berdampak signifikan pada transportasi laut. Ketika curah hujan tinggi disertai angin kencang, gelombang di perairan cenderung meningkat drastis.

”Ketinggian gelombang bisa mencapai dua kali lipat dari prakiraan awal. Hal ini menjadi ancaman serius bagi aktivitas penyeberangan kapal. Kami telah mengeluarkan peringatan kepada para stakeholder untuk selalu mewaspadai perubahan cuaca,” jelas Ady.

Dia menambahkan, pengguna jasa penyeberangan diimbau untuk mengikuti informasi terbaru dari BMKG sebelum berlayar, demi menghindari risiko kecelakaan.

Di wilayah pesisir, cuaca ekstrem sering kali diperburuk oleh fenomena pasang maksimum, seperti yang diperkirakan akan terjadi pada 12–18 Desember. Pasang maksimum, yang bersamaan dengan curah hujan tinggi, berpotensi memicu banjir rob.

”Air hujan yang melimpah, ditambah dengan drainase yang tidak lancar, akan memperburuk genangan di daerah pesisir. Akibatnya, kantong-kantong genangan air semakin banyak, terutama di sekitar pelabuhan atau area rendah lainnya,” kata Ady.

Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat pesisir, termasuk distribusi logistik dan operasi pelabuhan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore