
Wali Kota Eri Cahyadi. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com-Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi soal jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB ternyata bukan hal baru. Aturan serupa sudah diberlakukan di Kota Surabaya sejak 2022.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menuturkan jam masuk sekolah semula pukul 07.00 WIB. Namun semenjak ada program Sekolah Arek Suroboyo (SAS) pada awal 2022, jam masuk sekolah dimajukan menjadi 06.30 WIB.
“Masuknya itu mulai pukul 06.30 WIB - 11.30 WIB, karena waktunya kita sampai sholat Duhur, setelah berjamaah langsung kita melakukan sekolah kebangsaan, wawasan kebangsaan, dan bakat minat,” tutur Eri di Surabaya, Jumat (13/6).
Tidak hanya memajukan jam masuk sekolah, Pemkot Surabaya melalui Dinas Pendidikan juga menghapus Pekerjaan Rumah (PR) sejak 2022. Sehingga siswa bisa fokus belajar di sekolah tanpa terbebani tugas saat di rumah.
“Karena adanya sekolah kebangsaan itu, siswa bisa sekaligus menyelesaikan tugas-tugasnya di sekolah. Sehingga setelah kembali pulang ke rumah, dia tidak ada lagi PR yang dibebankan," imbuh Eri.
Menurut Eri, pendidikan karakter pada anak tidak hanya di bentuk di sekolah, tetapi juga di rumah dan masyarakat. Ia berharap tanpa PR, siswa bisa memiliki banyak waktu luang untuk dihabiskan bersama keluarga dan lingkungan sekitar.
"Karena apa? Saya ingin Arek-arek Surabaya banyak berinteraksi dengan keluarga, banyak berinteraksi dengan masyarakat, sehingga itu akan membentuk karakter anak, dan semua itu sudah kita terapkan sejak 2022," ucap Eri.
Eri juga berharap melalui program Sekolah Arek Suroboyo, siswa SD-SMP di Surabaya lebih disiplin dan terhindar dari kegiatan negatif (kenakalan remaja), seperti tawuran pelajar, balap liar, ngelem, hingga narkoba.
“Karena yang saya katakan tadi, pembentukan karakter tidak hanya dilakukan orang tua dan atau guru saja, tetapi dua-duanya harus membentuk karakter. Dan alhamdulillah ini sudah berjalan di Surabaya,” terang Eri.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
