
Ciputra Hospital Surabaya memberikan layanan premium dengan 4 layanan unggulan. (Foto: Riana/Jawa Pos)
JawaPos.com - Jumlah pasien bedah saraf yang menjalani operasi dengan mikroskop Kinevo 900 di Ciputra Hospital Surabaya (CiHos) terus meningkat. Dalam sebulan, rata-rata ada 10 hingga 15 tindakan pembedahan otak dan tulang belakang yang sudah menggunakan alat generasi terbaru buatan ZEISS tersebut.
Kepala tim bedah saraf CiHos dr Agus Chairul Anab, SpBS (K), menjelaskan bahwa mikroskop Kinevo 900 menjadi terobosan penting dalam dunia bedah saraf.
Teknologi robotik, navigasi presisi, serta sistem visualisasi ultra-HD 4K menjadi kombinasi unggulan alat ini. “Pas sekali untuk tumor yang letaknya dalam, sempit, atau berada di area krusial seperti batang otak dan dasar tengkorak,” ujarnya.
Alat ini, lanjut Agus, dilengkapi fitur auto tracking dan target lock, yang membuat pergerakan tangan dokter lebih stabil dan tepat. Bahkan, jaringan otak sehat dan pembuluh darah bisa dibedakan secara real-time berkat pewarnaan fluorescent intraoperatif. Sehingga membantu menghindari kerusakan pada jaringan vital. Operasi bisa lebih aman, risiko komplikasi juga berkurang.
Tak hanya unggul secara teknis, Kinevo 900 juga memungkinkan konsep live surgery. Keluarga pasien bisa melihat langsung proses operasi melalui layar di ruang tunggu. Ini bagian dari edukasi, transparansi, dan membangun kepercayaan publik. "Pasien juga lebih tenang karena tahu proses yang dijalani,” kata dokter yang juga dikenal sebagai trainer bedah saraf itu.
Dengan fitur navigasi tambahan seperti endoskopi, dokter bisa melihat area tersembunyi yang tidak terjangkau dengan pandangan biasa. Visualisasi 3D hybrid-nya pun sangat membantu saat menangani tumor dengan batas samar seperti glioma dan astrositoma. Dokumentasi lengkap juga bisa langsung direkam dan digunakan untuk evaluasi pascaoperasi.
Seluruh tindakan operasi, menurut dia, dilakukan secara multidisiplin. Setiap tindakan selalu melibatkan dua operator dengan kompetensi yang setara. Selain itu, fasilitas penunjang seperti ICU, MRI 3 Tesla, radiologi, hingga layanan rehabilitasi juga sudah tersedia di CiHos.
Komitmen untuk menjadi Center of Excellence di bidang bedah saraf dan onkologi pun terus dikuatkan. Tak heran jika pasien CiHos tidak hanya berasal dari Surabaya. “Hanya 30 persen yang dari Surabaya. Selebihnya dari Jawa Timur dan bahkan luar pulau seperti Medan, Makassar, dan Manado,” ungkapnya.
Saat ini, Ciputra Hospital sedang membangun fasilitas radioterapi untuk melengkapi layanan bagi pasien tumor ganas. Dengan alat dan sistem yang terintegrasi seperti ini, operasi bisa lebih cepat 20–30 persen dari biasanya, tanpa mengorbankan keamanan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022