
Tim DVI Polda Jatim Ungkap Kendala Identifikasi Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. (Humas Pemprov Jatim)
JawaPos.com - Pasca tragedi rubuhnya bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, Tim Disaster Victim Identification (DVI) bergerak cepat untuk mengidentifikasi jenazah korban.
Kepala Biddokkes Polda Jatim, Kombes Pol M. Khusnan Marzuki mengatakan sejak operasi SAR hari keempat, Kamis (2/10), pihaknya menerima kantong jenazah korban yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan ponpes.
Hingga hari kesembilan dan Operasi SAR resmi ditutup, Selasa (7/10), Kombes Pol Wahyu mengatakan sebanyak 62 kantong jenazah diterima oleh tim DVI Polda Jatim di Rumah Sakit Bhayangkaraa, Surabaya.
Hari demi hari, tim DVI berupaya mengidentifikasi jenazah korban, dengan cara mencocokan data Ante Mortem dan Post Mortem, baik itu melalui data primer (seperti gigi) maupun data sekunder (properti pribadi).
"Sampai dengan hari ini, tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 34 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima," tutur Kombes Pol Khusnan dalam konferensi pers di RS Bhayangkara, Surabaya, Selasa (7/10).
Ia mengatakan proses operasi DVI masih terus berjalan dengan pendalaman data ante morterm dan post mortem. Pihaknya berjanji akan semaksimal untuk mengidentifikasi seluruh korban, tanpa meninggalkan ketelitian.
Terkait target identifikasi korban, Kabid DVI Dokkes Mabes Polri, Kombes Pol Wahyu Hidajati mengaku tak memasang target pasti. Yang jelas, pihaknya akan berusaha untuk menyelesaikan rangkaian identifikasi secepat mungkin.
"Terkait pertanyaan sampai kapan, tentu sampai kita berusaha agar seluruh jenazah atau kantong jenazah maupun body part, sampai semua (jenazah korban Ponpes Al Khoziny Sidoaro) teridentifikasi," ujar Kombes Pol Wahyu.
Ia menuturkan saat ini, Tim DVI sedang fokus melakukan pendalaman terhadap data ante mortem dan post mortem, sambil menunggu hasil sampel DNA korban yang dikirimkan ke Jakarta keluar.
"Nah kapannya? Pertama kita akan berusaha untuk mengidentifikasi, sambil menunggu sampel DNA jadi, seperti hari ini, itu sampel DNA sudah jadi 2 gelombang. Makanya sampai 17 nama," imbuhnya.
Sebagai informasi, hari ini, Selasa (7/10), Tim DVI berhasil mengidentifikasi 17 korban dari 18 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara, Surabaya. Mereka adalah Muhammad Anas Fahmi (15) asal Bangkalan.
Muhammad Reza Syifai Akbar (14) asal Surabaya, Afifuddin Zarkasi (13) asal Surabaya, Muhammad Rizki Maulana Saputra (16) asal Sidoarjo, Muhammad Ubaidillah (17) asal Bangkalan.
Virgiawan Narendra Sugiarto (16) asal Lamongan, Muhammad Ali Sirojuddin (13) asal Surabaya, Muhammad Azam Habibi (14) asal Surabaya, M. Maulidi Hasany Kamil (16) asal Bangkalan, Ahmad Fatoni Abil Falaf (17) asal Bangkalan.
Kemudian M. Azam Albi Alfa Himam (17) asal Bangkalan, Khoirul Muttaqin (18) asal Kota Kediri, Farhan (17) asal Surabaya, Syafiuddin (15) asal Bangkalan, Achmad Ghiffary Nur (17) asal Gresik, Muhammad Ubay Dillah (15) asal Kalimantan Barat, dan Achmad Albi Fahri (13) asal Surabaya.
"Diharapkan berikutnya akan banyak lagi. Untuk sampel yang kita kirim, pernyataan saya sebelumnya, minimal 3 hari maksimal 2 minggu, tetapi pada kenyataannya 3-5 hari ya. Doakan mudah-mudahan yang terbaik saja," tukas Kombes Pol Wahyu.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
