
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut wilayah Simo memang sudah menjadi langganan banjir tahunan. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Hujan lebat yang mengguyur Surabaya pada Minggu sore (3/1), memicu banjir di sejumlah titik. Genangan setinggi lutut orang dewasa merendam pemukiman warga hingga jalan raya.
Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Kelurahan Simo. Video-video kiriman warga beredar luas di media sosial, memperlihatkan ketinggian air di kawasan tersebut mencapai pinggang orang dewasa.
Kondisi ini menyebabkan lalu lintas ldi kawasan tersebut lumpuh total. Berdasarkan data yang dihimpun JawaPos.com, banjir mulai menggenangi kawasan Simo, Simo Kalangan, Simo Hilir, dan sekitarnya sejak pukul 17.00 WIB.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan bahwa kawasan Simo, Simo Kalangan, dan Simo Hilir memang kerap terdampak banjir tahunan. Sebab kawasan belum tersentuh penanganan banjir.
"Jadi kalau Simo itu sudah tahunan, belum kita sentuh sama sekali. Dulu di Dukuh Kupang banjir, sekarang sudah tidak. Insyaallah 2026 (proyek penanganan banjir) Simo Kalangan, Simo Hilir, Simo Rejo (berjalan)," tutur Eri di Balai Kota Surabaya, Senin (5/1).
Sementara untuk genangan di Jalan Mayjen Sungkono yang juga dikeluhkan warga, ia mengatakan genangan hanya terjadi di sisi selatan. Sementara di sisi utara tidak tergenang banjir sama sekali.
"Kenapa? Karena pintu airnya kita tutup, kita korbankan Jalan Mayjen Sungkono. Kalau tidak kita tutup, (Kelurahan) Pakis akan tenggelam. Dan teman-teman bisa lihat, 15 menit hujan berhenti, genangan hilang," imbuhnya.
Selain melakukan buka tutup pintu air, Pemkot Surabaya juga mengerahkan puluhan armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), untuk menyedot genangan di belasan titik banjir.
"Sementara kita hanya menggunakan mobil PMK (untuk menyedot genangan di wilayah terdampak banjir). Kalau yang di Simo Kalangan, baru kita sentuh (proyek penanganan banjir) di tahun 2026, bergantian," tegas Eri.
Ketua Dewan Pengurus APEKSI periode 2025-2030 tersebut mengimbau warga untuk waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih mengintai wilayah Jawa Timur, tidak terkecuali Kota Pahlawan.
"Makanya saya bilang, warga Surabaya lebih hati-hati. Karena siklon tropis ini sudah ada di Surabaya. Itu yang disampaikan oleh BMKG. Maka curah hujan tidak akan seperti biasanya," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022