
NAIK LAGI: Aktivitas lalu lintas di tol Surabaya-Gempol. Kenaikan tarif tol menuai beragam protes. Salah satunya dari pengusaha ekspedisi maupun transportasi umunm. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com - Bagi pengguna jalan yang rutin melintas Jawa Timur, Tol Surabaya–Gempol bukan sekadar penghubung kota. Ruas pendek ini adalah simpul penting pergerakan kendaraan dari Surabaya menuju Sidoarjo, Pasuruan, Malang, hingga kawasan timur Jawa Timur.
Sayangnya, kepadatan lalu lintas kerap menjadi 'ritual wajib', terutama di jam-jam tertentu. Namun, antrean panjang di Tol Surabaya–Gempol sebenarnya bisa dihindari.
Kuncinya ada pada pemilihan waktu perjalanan. Berdasarkan pola lalu lintas harian dan kecenderungan volume kendaraan, terdapat rentang jam yang relatif lengang dan nyaman dilalui.
Lima Jam Emas Minim Antrean di Tol Surabaya–Gempol
Jika tujuanmu adalah melintas tanpa drama rem mendadak dan antrean panjang, waktu terbaik berada di malam hingga dini hari. Rentang pukul 22.00 hingga 05.00 WIB dikenal sebagai periode paling sepi di ruas Surabaya–Gempol.
Pada jam-jam ini, arus kendaraan didominasi angkutan logistik jarak jauh dan pengguna jalan non-komuter. Kecepatan relatif stabil, antrean di gerbang tol minim, dan perjalanan terasa lebih santai.
Kondisi ini paling konsisten terjadi pada hari kerja, meski akhir pekan pun masih tergolong lebih bersahabat dibanding siang hari.
Jam Sibuk yang Sebaiknya Dihindari
Sebaliknya, ada dua periode yang hampir selalu menjadi 'zona merah' kepadatan. Pertama, pagi hari pukul 07.00–09.00 WIB, saat arus berangkat kerja dan sekolah bertemu di pintu tol. Kedua, sore hingga petang pukul 16.00–18.00 WIB, ketika arus pulang kantor memuncak.
Pada jam-jam ini, laju kendaraan sering melambat drastis, terutama menjelang dan sesudah gerbang tol. Bagi pelancong jarak jauh, terjebak di waktu sibuk bukan hanya soal kehilangan waktu, tapi juga energi dan fokus berkendara.
Titik Rawan Kepadatan yang Perlu Kamu Waspadai
Meski tergolong pendek, Tol Surabaya–Gempol memiliki beberapa titik yang hampir selalu menjadi magnet antrean. Gerbang Tol Kejapanan Utama dan Gerbang Tol Sidoarjo 2 tercatat sebagai lokasi dengan potensi kepadatan tertinggi, terutama di jam sibuk dan akhir pekan.
Antrean biasanya dipicu oleh pertemuan arus lokal dan kendaraan lintas kota, ditambah volume kendaraan berat. Jika kepadatan di Sidoarjo 2 tak terhindarkan, kamu bisa mempertimbangkan keluar atau dialihkan melalui Gerbang Tol Sidoarjo 1 sebagai jalur alternatif untuk mengurangi waktu tunggu.
Bagaimana Saat Akhir Pekan Panjang dan Musim Liburan?

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
