
Sekitar 141 kendaraan bermotor hasil ungkap kasus balap liar dipamerkan Polrestabes Surabaya dalam acara Bazar Ranmor 2026. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Bazar Ranmor yang digelar Polrestabes Surabaya ternyata tidak hanya memamerkan kendaraan bermotor hasil ungkap kasus curanmor di Kota Pahlawan. Ada juga unit motor hasil sitaan kasus balap liar.
Hal tersebut disampaikan oleh Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya. Ia mengatakan, dari 1.050 unit motor yang dipamerkan dalam Bazar Ranmor, sekitar 141 unit di antaranya hasil ungkap kasus balap liar.
"Terakhir motor balap liar ini tangkapannya ada sekitar 141 unit, di mana ini kita melaksanakan penangkapannya dengan pola khusus dengan sistem hunting oleh anggota di lapangan setiap malam," ucap Galih di sela Bazar Motor, Minggu (25/1).
Ia menyebut motor-motor tersebut buah dari hasil penindakan kasus balap liar selama dua bulan terakhir oleh Tim Satlantas Polrestabes Surabaya. Galih memahami betul bahwa tindakan balap liar kerap meresahkan warga.
Sebagai informasi, Bazar Ranmor yang digelar Polrestabes Surabaya terbagi menjadi dua sesi.
Sesi pertama digelar pada 21 - 24 Januari 2026, dan sesi kedua pada 26 - 30 Januari 2026. Setiap sesinya dibuka pukul 08.00 - 15.00 WIB.
Sebanyak kurang lebih 1.050 kendaraan bermotor terparkir rapi, menunggu dijemput pemiliknya. Ribuan sepeda motor itu merupakan barang bukti pengungkapan kasus curanmor sejak Januari 2025.
Pemilik kendaraan tidak hanya berasal dari Kota Surabaya, melainkan juga dari luar daerah. Persyaratan pengambilan kendaraan cukup mudah, tinggal datang langsung ke Mapolrestabes Surabaya dengan membawa dokumen kepemilikan.
Begitu pula dengan unit motor hasil ungkap kasus balap liar. Pemilik dapat mengambilnya ke Mapolrestabes Surabaya, dengan syarat menunjukkan dokumen kepemilikan kendaraan dan membayar denda sesuai aturan.
"Jadi silakan untuk rekan-rekan yang merasa memiliki motor-motor di depan Polrestabes ini, silakan ke Satpas dan menemui petugas dengan membawa STNK, BPKB serta lembar tilangnya kalau ada," imbuhnya.
Meski begitu, kata AKBP Galih, masih banyak motor kasus balap liar yang belum diambil pemiliknya. Polisi menduga bahwa motor-motor tersebut kemungkinan terkait perkara lain, bukan semata balap liar.
"Begini, Mbak, motor-motor ini ini belum tentu hanya karena dia balap liar. Bisa juga diduga tindak pidana lain, seperti pencurian, penggelapan, dan lain-lain, begitu kira-kira konsep berpikirnya," terang Galih.
Dari pantauan JawaPos.com, jenis sepeda motor hasil ungkap kasus balap liar yang dipajang di halaman Mapolrestabes Surabaya bermacam-macam. Mulai dari Honda Scoopy, Honda Vario, Supra X, hingga motor sport Yamaha XSR 155.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
