
jejeran kendaraan dinas Pemkot Surabaya. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melarang ASN untuk mudik menggunakan kendaraan dinas. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - 10 hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengeluarkan larangan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mudik ke kampung halaman naik kendaraan dinas.
Oleh karena itu, sebelum libur panjang Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri, 18-24 Maret 2026, seluruh kendaraan dinas ASN di lingkungan Pemkot Surabaya, baik roda empat maupun roda dua dikumpulkan ke lokasi yang ditentukan.
Menurut Eri, mobil dinas adalah fasilitas yang hanya boleh digunakan untuk kepentingan negara.
Sementara mudik lebaran adalah kepentingan pribadi, sehingga tidak dibenarkan jika fasilitas kantor digunakan untuk hal tersebut.
"Karena bukan kepentingan negara, tetapi kepentingan pribadi, maka tidak boleh menggunakan mobil kantor. Tidak boleh dibawa ke mana-mana seperti tahun-tahun sebelumnya, harus dikandangkan," ucapnya, Selasa (10/3).
Pengecualian diberikan untuk kendaraan dinas operasional yang digunakan untuk pelayanan masyarakat. Seperti ambulans, mobil patroli, bus/truk, unit pengangkutan sampah, dan kendaraan operasional kedaruratan lainnya.
"Mobil yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat tetap diizinkan beroperasi, asalkan hanya digunakan untuk menjalankan tugas di wilayah Surabaya, tidak boleh keluar kota," imbuh Eri.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan melakukan pengawasan ketat. Seluruh kendaraan dinas di data dan dikumpulkan di beberapa lokasi, termasuk halaman Balai Kota Surabaya dan Gedung Siola.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, mobil dinas akan diparkir di lokasi yang telah ditentukan (Halaman Balai Kota Surabaya dan Gedung Sional). Mobil operasional yang masih beroperasi juga akan diabsen setiap hari," tegas Eri.
Apabila masih ada ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diam-diam membawa kendaraan dinas untuk mudik ke luar kota, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan tidak akan menolerir dan memberikan sanksi tegas.
“Sanksinya berat, karena Aparatur Sipil Negara harus menjadi contoh bagi masyarakat," pungkas orang nomor satu di Surabaya yang juga menjadi Ketua Dewan Pengurus APEKSI periode 2025-2030.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022