Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Maret 2026, 05.48 WIB

1.482 SPBU Siaga, Stok BBM Jatim Aman untuk Mudik Lebaran 2026

Ilustrasi warga mengisi BBM di SPBU. Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan stok BBM dan LPG aman selama mudik Lebaran 2026. (Dok. Jawa Pos) - Image

Ilustrasi warga mengisi BBM di SPBU. Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan stok BBM dan LPG aman selama mudik Lebaran 2026. (Dok. Jawa Pos)

JawaPos.com - Memasuki masa mudik Lebaran 2026, ketersediaan energi di Jawa Timur dipastikan tetap aman.

Sebanyak 1.482 SPBU disiagakan untuk memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat terhadap BBM dan LPG.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, Aris Mukiyono mengatakan stok energi di Jatim masih dalam kondisi aman, baik untuk BBM bersubsidi maupun BBM non-subsidi.

“Kami pastikan stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 2026,” tutur Aris di Surabaya, Rabu (18/3).

Infrastruktur energi di Jawa Timur turut diperkuat untuk menjaga kelancaran distribusi. Tercatat, terdapat 1.482 SPBU, 900 Pertashop, serta 1.296 agen LPG yang tersebar luas di berbagai wilayah.

Selain itu, Satuan Tugas RAFI disiagakan guna memastikan pasokan tetap lancar hingga puncak Lebaran.

“Kebutuhan energi di Jawa Timur cukup besar, sehingga distribusi harus dijaga agar tetap lancar dan merata,” imbuhnya.

Berdasarkan proyeksi distribusi energi Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, ketahanan stok BBM di Jawa Timur berada dalam kondisi aman dengan rata-rata cadangan atau coverage days di atas batas minimal.

Stok Pertalite diperkirakan mampu bertahan sekitar 8 hingga 12 hari, sementara Pertamax memiliki ketahanan antara 8,5 hingga 16 hari, serta Solar atau Biosolar sekitar 4,1 hingga 9,3 hari.

Untuk BBM non-subsidi lainnya, Pertamina Dex memiliki cadangan sekitar 9 hingga 15 hari, sedangkan Pertamax Turbo berkisar 3,9 hingga 10,5 hari, Avtur 9 hingga 20 hari, dan minyak tanah 4,4 hingga 15,3 hari.

Di sisi lain, ketersediaan LPG juga terjaga dengan ketahanan stok sekitar 7,8 hingga 16,7 hari, yang dinilai cukup untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi rumah tangga selama Ramadan hingga Lebaran.

“Kami terus mengecek stok BBM dan LPG secara rutin bersama Pertamina dan stakeholder terkait agar distribusi layanan energi kepada masyarakat Jatim tetap optimal,” sambungnya.

Selain memastikan pasokan energi, Pemprov Jatim juga memperkuat ketahanan di sektor kelistrikan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore