Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 April 2026 | 23.47 WIB

Tidak Hanya Sembilan Korban Warga Gresik, Kasus Penipuan Jadi Pegawai Pemerintah Sering Terjadi

Ilustrasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). (Dokumentasi JawaPos.com) - Image

Ilustrasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). (Dokumentasi JawaPos.com)

JawaPos.com–Berstatus menjadi aparatur sipil negara (ASN) masih menjadi prestige bagi masyarakat. Hal itu terlihat dari ketatnya persaingan saat seleksi dibuka.

Rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2024 silam, misalnya, seleksi terakhir yang dibuka Pemkab Gresik itu tembus 13 ribu pendaftar. Padahal saat itu hanya 475 formasi yang dibuka. Hal itu lah salah satu yang memicu modus-modus cepat menjadi pegawai.

Kasus hampir mirip seperti yang dialami sembilan warga sipil di Kota Pudak juga pernah terjadi. Misalnya, sekitar 2018, seorang ASN aktif membuka jasa abal-abal untuk menjadi tenaga harian lepas (THL) non prosedural di Pemkab Gresik. Saat itu Pemkab langsung mengambil langkah tegas memecat pegawai tersebut.

Kasus lain juga terjadi sekitar tahun yang sama. Kali ini dilakukan oleh orang non-ASN. Modusnya sama, menjanjikan bisa memasukkan sebagai THL.

”Itu yang satu habis Rp 40 juta dibayar bertahap, yang satu sekitar 35 juta,” ucap Aldi (bukan nama sebenarnya), tetangga dan kerabat dua korban itu.

Modus lain juga pernah terjadi, yakni memasukkan lulusan baru dengan alasan magang selama tiga bulan. Namun setelah tiga bulan, para korban menuntut diangkat menjadi THL dan meminta gaji.

”Saat itu saya tanya, sudah setor Rp 15 juta,” kata salah seorang pegawai Pemkab Gresik.

Tidak hanya satu, para lulusan yang magang itu berjumlah tujuh orang. ”Memang pernah ada ASN yang dipecat karena memasukkan THL non prosedural,” ucap Sekretaris Daerah Gresik Achmad Wasil.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Gresik Agung Endro Utomo memastikan bahwa rekrutmen PPPK hanya diperuntukkan bagi tenaga honorer. Sedangkan saat ini, sudah tidak diperbolehkan ada honorer di lingkungan pemerintahan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore