
Petugas Puskesmas Industri sosialisasi kebijakan tidak menggunakan plastik untuk bungkus obat. (Istimewa)
JawaPos.com–Kenaikan harga plastik tidak hanya berdampak kepada pedagang kaki lima. Namun layanan kesehatan pun mulai melakukan penyesuaian pengurangan penggunaan plastik. Seperti Puskesmas Industri yang tidak menggunakan plastik untuk obat pasien.
Rabu (22/4), petugas melakukan sosialisasi kepada pengunjung. Tidak hanya disampaikan secara langsung, sosialisasi itu juga ditampilkan melalui layar pengumuman.
Kepala Puskesmas Industri dr Dwi Puspitasari mengatakan, dalam seminggu ini pengumuman melalui rekaman suara akan diputar setiap satu jam sekali. Hal ini agar seluruh pasien mengetahui adanya kebijakan penggunaan plastik itu.
”Sebetulnya rencana tidak menggunakan plastik ini sudah lama. Tapi belum terealisasi, nah sekarang baru terealisasi bebarengan dengan kenaikan harga plastik,” ucap Dwi Puspitasari.
Meski begitu pihaknya sebelumnya mempertimbangkan apabila plastik obat akan dibuang ketika sampai di rumah. Sebab kertas petunjuk konsumsi saat ini terpisah dengan plastik.
”Kalau dulu kan nempel di plastik. Sekarang terpisah, jadi tidak pakai plastik pun tidak mengurangi petunjuk penggunaan,” jelas Dwi Puspitasari.
Pantauan Jawa Pos, para pasien pun tidak protes saat mengambil obat. Mereka langsung menasukan obat ke dalam tas masing-masing.
Tidak hanya untuk layanan puskesmas, Dwi juga mengimbau kepada para pasien untuk mengurangi penggunaan plastik saat di rumah. Tidak hanya soal harga, namun mengurangi dampak lingkungan.
”Sosialisasinya juga kita sampaikan kalau plastik butuh waktu ratusan tahun untuk terurai. Jadi kami imbau agar pasien juga mengurangi plastik saat di rumah,” imbuh Dwi Puspitasari.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
