
Sebanyak 57 bhikkhu dari beberapa negara di ASEAN melakukan perjalanan jauh dari Bali menuju Candi Borobudur, Magelang, kini sedang singgah di Kota Surabaya, Jumat (15/5). (Humas Kanwil Kemenag Jatim)
JawaPos.com - Di tengah terik matahari, sebanyak 57 Bhikkhu dari berbagai negara ASEAN, seperti Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia, tetap melangkah kaki menuju Candi Borobudur, Magelang.
Dengan jubah sederhana dan langkah tenang, para bhikkhu rela menempuh perjalanan hingga 50 kilometer setiap hari. Panas jalanan hingga rasa lelah tak menyurutkan semangat mereka demi membawa pesan perdamaian.
Sepanjang perjalanan, sambutan hangat masyarakat menjadi energi tersendiri bagi rombongan. Warga lintas agama, anak-anak, hingga pedagang kecil antusias menyapa dan memberikan dukungan kepada para bhikkhu.
Perjalanan panjang tersebut merupakan bagian dari Indonesia Walk for Peace (IWPF) 2026. Setelah melintasi sejumlah daerah, rombongan bhikkhu kini sampai dan singgah di Kota Surabaya.
Ketua Panitia Indonesia Walk for Peace Jawa Timur, Irwan Pontoh, menyebut rombongan tahun ini terdiri atas 57 bhikkhu, yakni 43 bhikkhu dari Thailand, 4 dari Malaysia, 3 dari Laos, dan 7 bhikkhu dari Indonesia.
Perjalanan tersebut dipimpin Bhante Phanarin Sumetho dari Thailand. Para bhikkhu berjalan kaki dari kawasan Panjang Jiwo menuju Balai Kota Surabaya dengan waktu tempuh sekitar satu jam 15 menit.
“Kami sendiri cukup terkejut sekaligus kagum. Rute yang biasanya ditempuh menggunakan kendaraan itu, pagi ini berhasil dilalui para bhikkhu dengan berjalan kaki secara lancar dan penuh semangat,” ujar Irwan, Jumat (15/5).
Sebelumnya, rombongan bhikkhu telah tiba di Denpasar sejak 7 Mei 2026. Mereka akan melintasi 10 kabupaten/kota di Jawa Timur, sebelum menuju ke Candi Borobudur untuk merayakan Hari Raya Waisak Nasional 2026.
Rencananya, rombongan akan tiba di Borobudur pada 28 Mei untuk mengikuti persiapan Waisak yang digelar pada 30 Mei mendatang dan diperkirakan turut dihadiri Presiden RI, Prabowo Subianto.
Irwan mengapresiasi dukungan di sepanjang perjalanan. Sambutan hangat datang dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, pedagang kecil, tokoh agama, menjadi potret nyata keharmonisan masyarakat Indonesia.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
