
Tim DLH Gresik saat melakukan verifikasi atas dugaan belum adanya dokumen lingkungan di wisata Jati Sewu Selasa (26/5). (Istimewa)
JawaPos.com - Pasca insiden meninggalnya bocah 6 tahun karena tenggelam di objek wisata Jati Sewu, di Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, itu masih beroperasi normal. Diketahui wahana yang dimiliki Ketua DPD Partai Golkar itu belum memiliki sejumlah perizinan.
Hal itu diketahui saat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik inspeksi ke lapangan Selasa (26/5) pekan lalu. Sejumlah petugas DLH terjun untuk memeriksa sejumlah dugaan terkait pelanggaran aspek lingkungan yang belum dipenuhi. Seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL), pembuangan air kolam hingga dokumen lingkungan.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Gresik Zauji mengaku, terkait wisata tersebut selama ini belum pernah koordinasi dengan DLH. Termasuk belum ada surat permohonan pengecekan terkait pengelolaan air maupun limbah.
“Kemarin tim sudah ke lapangan. Namun belum tuntas. Masih perlu dilakukan pendalaman,” ucap Zauji.
Saat tim datang, kolam itu masih beroperasi. Namun terlihat sepi pengunjung. Zauji juga menyampaikan bahwa wisata itu memiliki beberapa wahana, meliputi kolam renang, waterboom, flying fox, ATV, rel kereta danau serta sepeda air. Secara keseluruhan komplek tersebut memiliki luas 2,5 hektare.
“Sementara ini diketahui air dari kolam renang dialirkan menuju kolam wahana sepeda air. Kolam sepeda air itu memiliki kedalaman 120 sentimeter,” ujar Zauji.
Mengenai kemana air di Jati Sewu bermuara, Zauji masih belum membeberkan. Sebab masih akan dilakukan pendalaman, termasuk ada tidaknya IPAL untuk pengolahan air sebelum dibuang ke lingkungan.
“Dari verifikasi ke lapangan kemarin, DLH akan mendalami lebih lanjut terutama pengelolaan lingkungan yang dilakukan,” terang Zauji.
Objek wisata Jati Sewu belum memenuhi sejumlah kewajiban pengelolaan lingkungan hidup. “Kami soal lingkungan hidupnya, akan membina dan mengawasi untuk pemenuhan kewajiban tersebut,” jelas Zauji.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022