
Pemprov Jawa Timur memberikan penghargaan atas kerja keras Pemkot Surabaya menyediakan hunian layak bagi warganya lewat Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). (Istimewa).
JawaPos.com - Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menyediakan hunian layak bagi warganya lewat Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) mendapatkan apresiasi dari tingkat Pemerintah Provinsi. Pemkot Surabaya berhasil menyabet penghargaan Terbaik I Kategori Pemerintah Daerah Dengan Dukungan APBD Program RTLH Tertinggi dalam ajang Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 yang digelar di Grand City Convex Hall, Selasa (9/6/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kepada Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Kristian Maharhandono.
Iman mengungkapkan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas atensi Pemkot Surabaya yang ditopang oleh kolaborasi kuat bersama DPRD Kota Surabaya dalam menuntaskan persoalan hunian di Kota Pahlawan.
“Penghargaan ini sebenarnya cukup mendadak bagi kami. Kami tidak menyangka Surabaya mendapat penghargaan dukungan APBD tertinggi untuk Rutilahu. Daerah lain ada yang mendapat penghargaan untuk penanganan kawasan kumuh, namun karena kawasan kumuh di Surabaya sudah jauh berkurang, fokus dan atensi Pemkot saat ini bergeser masif ke penanganan rutilahu," ujar Iman, Kamis (11/6/2026).
Iman menjelaskan, pada tahun 2026 ini Pemkot Surabaya menargetkan perbaikan sebanyak 3.242 unit rumah. Anggaran tersebut bersumber dari kolaborasi berbagai pihak, tidak hanya mengandalkan APBD kota. “Dukungan APBD sebanyak 2.240 unit dan dari non-APBD (CSR dan NGO) sebanyak 1.002 unit rumah,” kata Iman.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Surabaya bergerak bersama berbagai elemen masyarakat dan dunia usaha. Beberapa di antaranya adalah BAZNAS, Nurul Hayat, Yayasan Buddha Tzu Chi, hingga pengembang properti seperti Ciputra dan Pakuwon Group.
Selain itu, dukungan dari pemerintah pusat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) saat ini tercatat sebanyak 200 unit, dengan informasi akan ada tambahan hingga 2.000 unit yang saat ini sedang dikaji kembali oleh pusat.
Iman mengatakan, Pemkot Surabaya menerapkan seleksi ketat agar program ini tepat sasaran. Berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos), penerima manfaat harus masuk dalam data keluarga miskin (gamis) atau pra-miskin pada desil 1 sampai 5 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Persyaratan utamanya adalah rumah harus berdiri di atas tanah yang legal, memiliki sertifikat atau alas hak yang jelas seperti IPT (Izin Pemakaian Tanah) atau surat sewa resmi. Kami tidak bisa melakukan perbaikan di atas tanah ilegal, seperti tanah bantaran rel milik PT KAI atau semacamnya," tegas Iman.
Mengenai target jangka panjang, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menargetkan seluruh persoalan rutilahu di Surabaya harus selesai 100 persen pada tahun 2027. Saat ini, total usulan yang masuk ke Pemkot mencapai 7.196 unit rumah.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
