
Ilustrasi tangan diborgol (Istimewa).
JawaPos.com - Polisi menangkap seorang pengurus Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) berinisial JL, 40 tahun, tersangka kasus pelecehan seksual terhadap atlet dibawah umur.
Kabar penangkapan tersebut dibenarkan Kasatres Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polrestabes Surabaya, Kompol Melatisari.
Pelatih yang tinggal di kawasan Darmo Satelit, Surabaya tersebut tak berkutik ketika diamankan penyidik. "Nggih benar, sudah ditahan sejak Selasa, 16 Juni 2026," ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (24/6).
Perbuatan tidak senonoh JL terhadap anak didiknya berinisial DS, 15 tahun, kata Kompol Melatisari, didasari oleh nafsu. Kini, ia hanya bisa merenungi perbuatannya dan meringkuk dibalik jeruji besi.
Atas perbuatannya, JL dijerat pasal 415 huruf b UU RI No. 1 tahun 2023 tentang KUHP dan atau pasal 6 huruf c Jo pasal 15 ayat 1 huruf b dan huruf g UU RI No.12 tentang TPKS, dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara.
Nasib malang dialami seorang atlet menembak di bawah umur di Surabaya, Jawa Timur berinisial DS, 15 tahun. Ia diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh pelatihnya sendiri sejak Februari sampai Maret 2026.
Kasus ini mencuat setelah akun Instagram @viralforjusticecom, mengunggah pengakuan korban lewat tulisan tangan. Berikut pernyataan tertulis korban yang ditulis disecarik kertas:
Awal mulanya dia memberi aku hukuman fisik karena keseringan jatuhin mag (magasin/alat penyimpanan dan penyuplai amunisi pada senjata api). Pada suatu waktu, dia menagih hukuman fisiknya kepadaku. Lalu saat itu saat dilapangan hanya ada aku berdua bersama dia karena berhubung teman-teman sudah pulang semua.
Aku membantu dia membawa barang ke dalam ruangan. Lalu dia menagihnya didalam ruangan itu dan disaat itu aku hanya menurut saja. Lalu dia memulainya, menggelitik area pinggangku dan sampai sudah selesai dia tiba-tiba memeluk aku dari belakang & mencium rambutku.
Disitu aku mulai merasa aneh & mulai curiga tetapi berhubung aku sangat percaya kepadanya. Aku pun menurut saja sampai waktu dia menghukum aku lagi, karena mag lagi, dia menghukum aku dimobil, saat itu dia memulainya ketika aku selesai latihan dan diajak kebelakang. Disaat itu aku lagi sedih karena aku dimarahin (ada sensor), lalu aku curhat kepada dia karena.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Be'er Sheva: De Kaasboeren Terlalu Digdaya di AFAS Stadion
Prediksi Skor Wofoo Tai Po vs Lion City Sailors di ACL Two: Tim Singapura Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Sparta Prague vs Lillestrom: Železná Sparta Siap Menang Telak di epet ARENA
Prediksi Skor Gangwon FC vs Phnom Penh Crown: Misi Tuan Rumah Raih Kemenangan Perdana di ACL Two
Prediksi Skor BG Pathum United vs Adelaide United: The Rabbits Waspadai Ketajaman Wakil Australia
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Be'er Sheva: De Kaasboeren Diunggulkan
Prediksi Skor Tampines Rovers vs Machida Zelvia: Wakil Jepang Berpeluang Curi Tiga Poin di Singapura
Prediksi Skor Celje vs Omonia: The Shamrock Jaga Mimpi Lolos ke 32 Besar

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022