Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Juni 2026 | 23.44 WIB

Polisi Pastikan 6 Demonstran Positif Narkoba di Surabaya Bukan dari Kalangan Mahasiswa

Ratusan massa dari berbagai kelompok masyarakat kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat sore (26/6). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Ratusan massa dari berbagai kelompok masyarakat kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat sore (26/6). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Polisi mengungkap enam demonstran di Surabaya yang positif narkoba bukan dari golongan mahasiswa. Mereka diamankan dalam kericuhan aksi #IndonesiaSekarat pada Jumat malam (26/6).

"Bukan mahasiswa, (Demonstran) yang terlibat narkoba itu ada kuliah, juru parkir, karyawan swasta, ada juga yang tidak bekerja," ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, Senin (29/6).

Enam demonstran tersebut di antaranya MR (32), seorang kuli asal Jalan Tambak Gringsing Baru; MI (32), juru parkir dari Tambak Gringsing Baru; AF (24), karyawan pabrik asal Kebalen Kulon, Surabaya.

Kemudian MZ (18), pekerja swasta asal Jalan Perlis Selatan, AD (15), pekerja swasta dari Jalan Jagalan, dan FKA (24), pengangguran yang berdomisili di Kalisosok, Surabaya. Hasil tes urine keenamnya positif metamfetamin. 

"Bahwa tersangka melihat postingan di Instagram akun bernama Barisan Rakyat Anti Penindasan atau Bara Api, yang isi postingan berisi aspirasi terkait isu nasional dan ajakan untuk turun ke jalan," imbuhnya. 

Saat ini, enam demonstran yang positif narkoba ditahan dan dalam pendalaman petugas. Polrestabes Surabaya juga bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan assesment. 

Kronologi singkat

Aksi demonstrasi bertajuk #IndonesiaSekarat awalnya berjalan damai. Ratusan massa yang menamakan diri dari Front Anti Kapitalisme, berorasi secara bergiliran, melakukan teatrikal dan baca puisi. 

Kericuhan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, ketika Juru Bicara Front Anti Kapitalisme, Septia Rahma menyerukan keinginannya untuk ditemui pejabat. Teriakan "Revolusi" pun menggema dan terdengar jelas. 

Tak lama dari itu, sejumlah massa melempar benda-benda di sekitar mereka, seperti botol air minum, bongkahan kayu, hingga kaca ke arah aparat polisi yang berada di belakang gerbang Gedung Negara Grahadi. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore