Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 September 2026 | 04.39 WIB

Di Balik Denting Tongtong, Ada Ekonomi yang Bergerak

MERAWAT TRADISI: Salah satu grup musik tongtong tengah berantraksi di Jalan Urip Sumoharjo, Pabian, Kecamatan Kota Sumenep. - Image

MERAWAT TRADISI: Salah satu grup musik tongtong tengah berantraksi di Jalan Urip Sumoharjo, Pabian, Kecamatan Kota Sumenep.

JawaPos.com – Festival musik Tongtong di Kabupaten Sumenep tidak hanya menjadi ruang untuk merawat dan mengenalkan kebudayaan lokal. Gelaran tersebut juga memberikan efek ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ikut ambil bagian dalam setiap pelaksanaannya.

Setiap pagelaran Tongtong di Sumenep turut melibatkan ratusan pelaku UMKM. Mereka memanfaatkan keramaian acara untuk menjajakan beragam produk, mulai kuliner, makanan ringan, minuman, hingga produk kerajinan. Tingginya jumlah pengunjung menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan.

Penasehat Wisata Pasar Minggu Sumenep, Darda'i Zain, menuturkan bahwa seluruh UMKM di Sumenep selalu dilibatkan dalam setiap event yang digelar pemerintah. Tidak terkecuali Festival Tongtong.

Menurut dia, keterlibatan UMKM dalam event tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk mereka kepada masyarakat yang datang. Apalagi, Festival Tongtong mampu menarik banyak pengunjung dari berbagai daerah.

"Setiap ada event, UMKM pasti ikut bergerak. Mereka bisa berjualan dan mengenalkan produknya kepada pengunjung. Jadi, bukan hanya kesenian yang hidup, tetapi ekonomi masyarakat juga ikut bergerak," katanya.

Zain menambahkan, semakin sering event digelar, semakin besar pula ruang bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan pasar. Karena itu, kegiatan kebudayaan seperti Festival Tongtong dinilai memiliki efek berantai terhadap perekonomian masyarakat.

"Ketika pengunjung ramai, pedagang mendapatkan pembeli. Dari situ uang berputar di masyarakat. Ada yang berjualan makanan, minuman, kerajinan, dan berbagai produk lainnya," ucapnya.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan, keberadaan festival budaya seperti Tongtong memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar pertunjukan seni. Menurut dia, kegiatan tersebut juga dapat menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi acara.

"Festival Tongtong bukan hanya tentang seni dan budaya. Di dalamnya ada perputaran ekonomi masyarakat. Pelaku UMKM mendapatkan ruang untuk memasarkan produk dan bertemu langsung dengan konsumen," ucapnya.

Menurutnya, keterlibatan UMKM menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan event daerah. Karena itu, kegiatan budaya diharapkan tidak berhenti pada pelestarian tradisi, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat secara lebih luas.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore