Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 November 2019 | 19.53 WIB

Taman Augmented Reality Pertama di Indonesia ini Ada di Sleman DIJ

Yenny Wahid (baju merah) dalam soft launching Peace Village Sleman di Jakarta. Foto : dokumentasi pribadi - Image

Yenny Wahid (baju merah) dalam soft launching Peace Village Sleman di Jakarta. Foto : dokumentasi pribadi

JawaPos.com - Taman bermain luar ruang pertama yang dilengkapi dengan teknologi augmented reality (AR) resmi diperkenalkan. Taman bermain yang diberi nama Peace Village alias Desa Damai tersebut berlokasi di Kabupaten Sleman, Provinsi Jogjakarta.

"Peace Village merupakan taman augmented reality pertama di Indonesia. Kami percaya, penerapan teknologi dalam taman ini akan mampu memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan, sekaligus mendidik para pengunjung," jelas Yenny Wahid yang juga inisiator Peace Village di Jakarta, Minggu (24/11).

Program ini merupakan salah satu unit kegiatan di bawah Awadah Group. Taman seluas 5.000 meter persegi tersebut mengajak para pengunjung untuk belajar secara interaktif dengan konsep edutainment. Selain menjadi ajang bermain, jelas Yenny, pengunjung Peace Village akan dididik tentang berbagai hal seperti keberagaman, toleransi, dan lainnya.

"Konsep ini juga diharapkan dapat memberikan sumbangsih pada masyarakat sekitar agar lebih terpacu untuk membangun daerahnya," ujarnya.

Istilah augmented reality atau 'realitas tertambah' adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan/atau tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi, lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata. Teknologi ini di antaranya digunakan pada permainan game Pokemon Go.

Setiap pengunjung taman akan dilengkapi dengan perangkat mobile yang memberikan pengalaman augmented reality. Dengan perangkat tersebut, mereka harus menyelesaikan berbagai misi untuk berinteraksi dengan hewan-hewan virtual yang tersebar di dalam taman. Mereka juga dapat mempelajari karakteristik dari setiap hewan, serta menjawab berbagai pertanyaan.

Dalam kerangka yang lebih luas, Yenny Wahid menambahkan, Peace Village dirancang menjadi sebuah gerakan yang melibatkan warga di desa-desa untuk menjadi desa yang menerapkan nilai-nilai perdamaian, sekaligus memiliki kemandirian ekonomi.

"Gerakan ini akan mengembangkan program-program pemberdayaan masyarakat pada umumnya dan para perempuan serta anak-anak," tutur putri Presiden ke-4 Indonesia K.H. Abdurrahman Wahid ini. Khususnya di desa-desa untuk mendorong peningkatan ekonomi keluarga mereka.

Sebelumnya soft launching Peace Village ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Awadah Group dan AR&Co pada event DISRUPTO 2019 di Plaza Indonesia, Jakarta, Sabtu (23/11). Didirikan sejak 2009, AR&Co telah mengerjakan ratusan projek di lebih dari 20 negara.

Selain memiliki beberapa paten teknologi yang terdaftar secara global, AR&Co. juga telah beberapa kali memenangkan penghargaan berkelas dunia di bidang teknologi augmented reality di Silicon Valley, Amerika Serikat.

Sementara itu, General Manager AR&Co Juliwina mengatakan, pihaknya selama ini selalu melihat potensi penerapan teknologi di bidang edutainment. "Karenanya, ketika mengetahui visi dan misi Peace Village, terutama dalam kaitan dengan pendidikan kemasyarakatan, kami tidak ragu untuk mendukung penuh inisiasi Ibu Yenny Wahid ini," kata Juliwina.

Sebagai informasi, AR&Co. merupakan salah satu unit usaha di bawah WIR Group yang bergerak di bidang teknologi inovatif berbasis digital reality (AR, VR & AI).

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore