
Ventilator (MarketWatch)
JawaPos.com – Alat terapi oksigen beraliran tinggi (high flow nasal cannula/HFNC) hasil inovasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) lolos uji di Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Alat itu dapat membantu pasien Covid-19. Dengan alat tersebut, tingkat keparahan pasien bisa dicegah.
Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Agus Haryono menyatakan, alat terapi oksigen beraliran tinggi itu adalah yang pertama di Indonesia. Dalam keadaan berat atau parah, pasien Covid-19 harus dibantu pernapasannya dengan ventilator mekanik.
Ketua Kelompok Penelitian Otomasi Industri Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI Hendri Maja Saputra mengatakan, pemanfaatan alat terapi oksigen bertekanan tinggi tersebut berbeda dengan ventilator. Alat hasil kerja sama dengan PT Gerlink Utama Mandiri itu, jelas dia, berguna untuk pasien Covid-19 pada tahap awal. ”Digunakan jika pasien masih dalam kondisi dapat bernapas sendiri,” katanya kemarin (17/6).
Dengan demikian, alat terapi inovasi LIPI tersebut dapat mencegah pasien mengalami gagal napas sehingga memerlukan ventilator. Sehingga keberadaan alat terapi oksigen beraliran tinggi bisa menekan penggunaan ventilator dalam penanganan wabah Covid-19. Hendri menceritakan, alat terapi itu menyalurkan oksigen melalui slang yang bening dan lentur. Sistem kerjanya berbasis pada penyempitan aliran udara masuk.
Sementara itu, kabar baik juga datang dari Universitas Indonesia (UI). Ventilator transport lokal yang dikembangkan tim ventilator UI dinyatakan lulus uji klinis manusia untuk mode ventilasi CMV (continuous mandatory ventilation) dan CPAP (continuous positive airway pressure) oleh Kemenkes pada 15 Juni lalu. Saat ini ventilator karya UI sedang menyelesaikan tahapan akhir dengan beberapa mitra strategis industri. Tujuannya, alat tersebut sesuai standar produksi alat kesehatan dan dapat didistribusikan ke rumah sakit rujukan Covid-19 maupun rumah sakit darurat.
Pada tahap awal UI akan memproduksi 300 unit ventilator yang diberi nama COVENT-20 itu. Dana pembuatannya diperoleh dari hasil penggalangan donasi sejumlah perusahaan dan komunitas di bawah koordinasi Ikatan Alumni Fakultas Teknik (FT) UI.
Dekan FT UI Hendri D.S. Budiono menjelaskan, uji klinis pada manusia yang dilakukan dibagi menjadi dua tahap. Pertama adalah uji klinis mode ventilasi CPAP pada pasien dewasa yang dirawat di IGD RSUPN Cipto Mangunkusumo dan RSUI Mei lalu. Kemudian uji klinis CMV dilakukan di Pusat Simulasi Respirasi RS Pusat Persahabatan 3 Juni lalu. ”Sesuai protokol dari Kemenkes, hasil uji klinis membuktikan bahwa COVENT-20 berjalan dengan sangat baik,” katanya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=6AwcszkC-TE
https://www.youtube.com/watch?v=FzjMWiPNqCE
https://www.youtube.com/watch?v=5kLRGpm5CXA

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
