
Ilustrasi: penjahat siber. (Kokoh Praba/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kasus ancaman siber dilaporkan meningkat 237 persen di Indonesia. Laporan ini berdasarkan studi yang baru-baru ini dirilis menggunakan data agregat dari Surfshark Antivirus, terlebih di masa jelang persiapan Natal atau dikenal dengan momen Black Friday.
Menurut penelitian Surfshark, ada peningkatan nyata sebesar 236,85 persen dalam ancaman siber di Indonesia, seminggu menjelang Black Friday. Indonesia dikatakan memiliki tingkat ancaman 16 ancaman per 100 siklus pemindaian.
Rumania disebut mengalami badai ancaman dunia maya yang paling hebat, diikuti oleh negara Australia dan Lituania. Selama bulan menjelang Black Friday, ancaman paling umum di Indonesia adalah trojan dan virus.
“Musim belanja liburan yang dimulai dengan Black Friday tidak hanya bermanfaat bagi pengecer tetapi juga penjahat dunia maya,” kata Nedas Kazlauskas, Pemilik Produk Antivirus di Surfshark.
Berdasarkan data bulanan gabungan dari Surfshark Antivirus juga menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara ke-15 berdasarkan tingkat ancaman di Asia-Pasifik. Rata-rata, 15 ancaman ditemukan per 100 pemindaian di Asia Pasifik.
Jenis ancaman paling umum yang teridentifikasi dan ditandai selama pemindaian Antivirus Surfshark adalah riskware (47,3 persen dari semua ancaman), heuristik 12,4 persen), dan adware (9,2 persen). Sejak 17 Oktober, pemindaian global mingguan terbaru menunjukkan bahwa, rata-rata, 10 ancaman riskware ditemukan per 100 pemindaian.
Beberapa malware (virus, trojan, worm, dll) juga dilaporkan cenderung berkembang biak setelah menyusup dan menginfeksi perangkat dan dapat menyebabkan kerusakan pada file, data pribadi, dan perangkat lunak pengoperasian. Jenis malware yang paling mungkin ditemukan dalam bundel adalah virus.
Dua kategori ancaman dunia maya yang paling umum adalah malware dan perangkat berisiko. Riskware adalah program yang dibuat tanpa niat jahat tetapi memiliki kerentanan keamanan yang berpotensi menjadi malware. Malware adalah perangkat lunak, produk, atau program apa pun yang dibuat atau diinstal ke komputer untuk menyebabkan kerusakan.
Peretas menggunakan malware untuk merusak atau menghapus file, mencuri uang dan data pribadi, menyalin kata sandi, atau mengendalikan program tertentu. Cara paling umum untuk menginstal malware adalah email phishing, lampiran yang rusak, unduhan yang mencurigakan, tautan yang tidak dikenal, dan situs web berbahaya.
Tips untuk melindungi diri dari ancaman online
- Hindari situs yang tidak dikenal yang menawarkan atau mengiming-imingi sesuatu.
- Perbarui perangkat lunak Anda: Pastikan program dan aplikasi diperbarui untuk menghindari potensi pelanggaran keamanan.
- Hindari tautan yang mencurigakan.
- Perhatikan kesalahan ketik, tata bahasa yang tidak konsisten, banyak kesalahan ketik, dan frasa aneh dapat mengindikasikan potensi penipuan
- Gunakan antivirus untuk proteksi tambahan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
