
Mark Zuckerberg, CEO Meta Platforms (Business Insider)
JawaPos.com - Di tengah persaingan global menuju kecerdasan buatan tingkat lanjut, Meta Platforms mengubah cara mereka membangun teknologi, bukan sekadar memperbanyak insinyur. Perusahaan itu membentuk organisasi rekayasa AI terapan baru dengan struktur yang tidak lazim: satu manajer dapat membawahi hingga 50 insinyur dalam satu tim.
Rasio tersebut jauh lebih besar dibanding praktik umum industri teknologi, dan menunjukkan bahwa Meta memangkas lapisan manajemen agar para insinyur senior memiliki ruang keputusan yang lebih luas. Strategi ini menandai pergeseran dari model pengawasan ketat menuju pendekatan yang bertumpu pada kemandirian dan kecepatan eksekusi individu.
Dilansir dari Business Insider, Rabu (4/3/2026), organisasi baru ini dipimpin oleh Maher Saba, Wakil Presiden di divisi Reality Labs. Dalam struktur barunya, Saba akan melapor langsung kepada Chief Technology Officer Meta, Andrew Bosworth.
Baca Juga:Elon Musk Yakin Tesla Bakal Punya Pabrik di Bulan dalam 20 Tahun, Serukan Investor Jangan Lepas TSLA
Menurut memo internal yang pertama kali dilaporkan The Wall Street Journal, tim tersebut akan bermitra erat dengan Meta Superintelligence Labs, laboratorium yang dibentuk musim panas lalu dan dipimpin mantan CEO Scale AI, Alexandr Wang. Dalam memo itu, Saba menegaskan timnya akan membangun "mesin data yang membantu model kami menjadi lebih baik dan lebih cepat."
Dia juga menulis, "Membangun model hebat bukan hanya soal peneliti dan komputasi." Penegasan ini menunjukkan bahwa Meta memandang kualitas data, umpan balik, dan evaluasi berkelanjutan sebagai fondasi untuk meningkatkan performa model AI, bukan sekadar menambah kapasitas komputasi.
Secara teknis, organisasi tersebut akan terdiri atas dua tim utama: satu membangun antarmuka serta perangkat pendukung internal, dan satu lagi berfokus pada penyediaan serta pengelolaan data untuk melatih dan menyempurnakan model. Dengan struktur yang lebih datar, pengambilan keputusan teknis diharapkan berlangsung lebih cepat karena tidak melalui banyak lapisan persetujuan.
Pendekatan ini sejalan dengan filosofi yang sebelumnya disampaikan CEO Mark Zuckerberg dalam paparan kinerja perusahaan. Dia mengatakan Meta sedang "mengangkat peran kontributor individu dan meratakan tim," serta mulai melihat "proyek yang sebelumnya membutuhkan tim besar kini dapat diselesaikan oleh satu individu yang sangat berbakat."
Dalam konteks itu, rasio 1:50 bukan sekadar angka, melainkan sinyal bahwa Meta ingin bergantung pada insinyur berkemampuan tinggi yang mampu bekerja mandiri tanpa pengawasan intensif. Model ini menuntut kualitas talenta yang konsisten, tetapi juga berpotensi mempercepat eksperimen dan inovasi di bidang AI tingkat lanjut.
Struktur organisasi datar seperti ini juga dikenal di perusahaan lain, seperti Nvidia, di mana CEO Jensen Huang memiliki lebih dari 30 laporan langsung. Namun bagi Meta, perubahan ini memiliki arti strategis yang lebih luas: membangun mesin data dan organisasi yang cukup lincah untuk bersaing dalam perlombaan global menuju superintelligence.
Dengan langkah tersebut, Meta tidak hanya memperkuat infrastruktur teknologinya, tetapi juga mengubah arsitektur kekuasaan teknis di dalam perusahaan, sebuah manuver organisasi yang dapat menentukan posisinya dalam peta persaingan AI dunia.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
