
Oracle memulai PHK karyawan Selasa lalu dalam restrukturisasi senilai 420 miliar dolar AS (The Guardian)
JawaPos.com - Oracle mempercepat restrukturisasi bisnisnya dengan memangkas ribuan tenaga kerja, seiring lonjakan investasi pada infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang kian membebani neraca dan memicu kekhawatiran investor.
Perusahaan perangkat lunak asal Amerika Serikat yang berbasis di Austin, Texas, itu memiliki valuasi sekitar 420 miliar dolar atau setara Rp 7.106 triliun (kurs Rp 16.920 per dolar AS).
Di tengah skala bisnis yang besar tersebut, Oracle justru mulai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sejak Selasa terhadap sebagian dari total sekitar 162.000 karyawan, sebagai bagian dari penyesuaian strategis perusahaan.
Dilansir dari The Guardian, Kamis (2/4/2026), langkah ini ditempuh untuk meyakinkan pasar bahwa investasi besar pada pusat data sebagai fondasi utama pengembangan kecerdasan buatan (AI) akan menghasilkan imbal balik jangka panjang.
Perusahaan yang dipimpin oleh Larry Ellison, yang dikenal sebagai sekutu dekat Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kini menghadapi tekanan untuk menjaga kepercayaan investor di tengah persaingan ketat industri komputasi awan.
Tekanan tersebut tidak kecil. Mengutip laporan BBC, sekitar 10.000 karyawan telah kehilangan pekerjaan. Seorang manajer senior Oracle, Michael Shepherd, menggambarkan situasi ini sebagai "pengurangan tenaga kerja yang signifikan" dalam unggahannya di LinkedIn.
Dia juga menegaskan bahwa dampaknya menjangkau lapisan teknis paling krusial. "Keputusan ini memengaruhi insinyur senior, arsitek, pemimpin operasional, manajer program, serta spesialis teknis dengan keahlian mendalam dalam infrastruktur cloud, lingkungan cloud pemerintah dan kedaulatan, serta sistem berskala perusahaan," ujarnya.
Sinyal restrukturisasi ini diperkuat oleh laporan Business Insider yang mengungkap komunikasi internal perusahaan. Dalam pemberitahuan kepada karyawan, manajemen menyatakan, "Setelah mempertimbangkan kebutuhan bisnis Oracle saat ini secara saksama, kami memutuskan untuk menghapus peran Anda sebagai bagian dari perubahan organisasi yang lebih luas."
Sejalan dengan itu, Oracle mengonfirmasi sebagian PHK, termasuk terhadap 491 karyawan yang bekerja jarak jauh di negara bagian Washington serta kantor di Seattle. Namun, perusahaan tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai total dampak maupun tahap lanjutan kebijakan tersebut.
Di saat yang sama, perusahaan justru meningkatkan belanja modal secara agresif untuk memperluas jaringan pusat data. Oracle bahkan menyiapkan proyek pembangunan pusat data senilai 300 miliar dolar AS atau sekitar Rp 5.076 triliun bersama OpenAI, dalam upaya memperkuat posisi melawan Alphabet dan Amazon.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
