
Wamenkomdigi Nezar Patria. (Dok. Komdigi)
JawaPos.com - Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memainkan peran penting dalam rantai pasok global kecerdasan artifisial (AI), didukung kekayaan sumber daya mineral, kapasitas energi, hingga jumlah penduduk usia produktif yang besar.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan perubahan peta industri global, khususnya di sektor semikonduktor dan AI, membuka kesempatan bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam ekosistem teknologi dunia.
“Perang ekonomi abad ini tidak ditentukan oleh siapa yang menguasai ladang minyak, tetapi oleh siapa yang menguasai pabrikasi chip, lalu di mana posisi Indonesia?,” ujarnya dalam diskusi “Peluang Strategis Indonesia dalam Rantai Pasok Global AI” di Jakarta Pusat, Rabu (6/5).
Ia menegaskan semikonduktor kini tidak lagi sekadar komponen elektronik, melainkan telah menjadi fondasi strategis bagi banyak sektor penting, termasuk AI dan pertahanan.
“Semikonduktor ini bukan lagi komponen elektronik, tapi dia sudah menjadi semacam infrastruktur kedaulatan pada hari ini. Dan dia adalah bahan bakar bagi setiap model AI yang dilatih, setiap data center yang dibangun, dan setiap sistem pertahanan yang dioperasikan. Kita boleh bilang sekarang semiconductor is the new oil,” tegasnya.
Menurut Nezar, Indonesia memiliki modal besar untuk masuk lebih jauh ke rantai pasok industri tersebut, salah satunya melalui kekayaan mineral strategis seperti timah.
“Kita penghasil timah terbesar di dunia. Dan timah adalah bahan kunci dalam proses pembuatan chips,” ungkapnya.
Baca Juga:Satgas PKH di Papua tengah Tertibkan Tambang Emas Ilegal, Kuasai Kembali Lahan Seluas 200 Hektare
Selain timah, cadangan pasir silika yang melimpah juga dinilai menjadi keunggulan karena merupakan bahan baku utama silikon dalam industri semikonduktor. Meski demikian, pemerintah menilai Indonesia harus mulai mengubah pendekatan agar tidak berhenti sebagai eksportir bahan mentah.
“Jangan bahan mentah yang dikirim tapi sudah setengah jadi. Setengah jadi dan itu kita kuasai,” ujarnya.
Dari sisi infrastruktur energi, Indonesia juga disebut memiliki peluang besar untuk mendukung pertumbuhan pusat data sebagai penopang industri AI, terutama karena ketersediaan energi terbarukan dan surplus listrik nasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
