
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak generasi muda mengambil peran lebih besar dalam menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat, dan bertanggung jawab. Ajakan tersebut disampaikan seiring meningkatnya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, konten provokatif, hingga berbagai bentuk kejahatan siber yang semakin meresahkan masyarakat.
Saat menghadiri kegiatan Kumpul Komunitas Waspada Kejahatan Digital di Medan, Sumatra Utara, Sabtu (13/6), Meutya menilai upaya menjaga ruang digital tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, keterlibatan masyarakat, terutama kalangan muda, sangat dibutuhkan untuk membangun budaya bermedia digital yang lebih positif.
Ia mendorong generasi muda agar menjadi contoh sekaligus penggerak dalam penggunaan internet yang bijak dan bertanggung jawab.
“Adik-adik semua harus menjadi duta-duta internet yang lebih baik dan lebih sehat. Ini bukan pilihan, tapi tanggung jawab kita bersama,” tegas Meutya.
Meutya menjelaskan, perkembangan teknologi digital telah membuka banyak peluang di berbagai sektor. Namun, di sisi lain, kemajuan tersebut juga menghadirkan risiko yang tidak bisa diabaikan apabila tidak disertai kesadaran dan etika dalam penggunaannya.
Menurutnya, ruang digital saat ini masih dipenuhi berbagai konten negatif, mulai dari fitnah, ujaran kebencian, hingga informasi menyesatkan. Kondisi tersebut kerap diperparah oleh sistem algoritma platform digital yang cenderung mengangkat konten-konten kontroversial karena dianggap mampu menarik perhatian publik.
“Internet itu pisau bermata dua. Sangat bermanfaat, tetapi sangat berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah atau digunakan tanpa etika,” ujarnya.
Baca Juga:PDIP Kecam Tindakan Teror Terhadap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Bentuk Pelanggaran HAM!
Selain itu, Meutya juga menyoroti kecenderungan generasi muda yang semakin banyak menghabiskan waktu di media sosial. Ia mengingatkan bahwa ketergantungan berlebihan terhadap platform digital dapat mengurangi minat untuk berpartisipasi dalam organisasi maupun kegiatan sosial secara langsung.
Padahal, menurutnya, keberadaan organisasi dan komunitas di dunia nyata memiliki peran penting dalam membentuk karakter, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sosial dan rasa tanggung jawab bersama.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022