
Mantan CEO Intel Pat Gelsinger menilai Intel selama bertahun-tahun tidak memiliki kepemimpinan yang tepat (Business Insider)
JawaPos.com - Kejayaan Intel sebagai penguasa industri cip dunia perlahan memudar ketika perusahaan menghadapi tekanan dari pesaing seperti TSMC, Samsung, dan Nvidia di era AI. Mantan CEO Intel Pat Gelsinger menyebut salah satu persoalan mendasar perusahaan adalah bergesernya fokus dari kepemimpinan teknis menuju pendekatan bisnis dalam mengambil keputusan investasi teknologi bernilai miliaran dolar.
Pandangan tersebut disampaikan Gelsinger saat membahas perjalanan Intel dan tantangan industri cip global dalam wawancara dengan podcast All-In yang direkam di acara Raise Summit di Paris. Dia mengatakan banyak perusahaan teknologi terkemuka saat ini memiliki kesamaan, yaitu dipimpin oleh sosok dengan latar belakang teknis yang kuat.
Dilansir dari Business Insider, Sabtu (18/7/2026), Gelsinger menilai salah satu persoalan utama Intel adalah berkurangnya pengaruh kepemimpinan teknis dalam menentukan arah perusahaan. Saat kembali menjabat sebagai CEO Intel pada 2021, dirinya menjadi pemimpin dengan latar belakang teknik pertama yang memimpin perusahaan tersebut setelah hampir 15 tahun.
"Saya pikir salah satu hal mendasar adalah, ketika Anda melihat perusahaan teknologi besar saat ini, mereka sangat mendalam secara teknis," ujar Gelsinger.
Menurut Gelsinger, keputusan investasi di industri semikonduktor tidak dapat hanya didasarkan pada perhitungan finansial karena keberhasilan teknologi bergantung pada arah inovasi jangka panjang.
"Ketika Anda membuat keputusan teknis besar yang berdampak pada bisnis miliaran dolar, Anda tidak melakukannya melalui lembar kerja. Itu adalah investasi yang buruk kecuali tren teknologinya memang membuatnya menjadi investasi yang tepat," katanya.
Dalam pandangannya, Gelsinger melihat perubahan arah Intel mulai terlihat ketika posisi CEO tidak lagi didominasi oleh pemimpin berlatar belakang teknik. Dia menyebut Paul Otellini, yang memimpin Intel pada 2005 hingga 2013, sebagai CEO pertama perusahaan yang berasal dari dunia bisnis, bukan teknik.
Setelah itu, Brian Krzanich mengambil alih dengan latar belakang kimia dan pengalaman panjang di bidang manufaktur cip, sementara Bob Swan, CEO sebelum Gelsinger kembali pada 2021, memiliki pengalaman puluhan tahun di bidang keuangan, termasuk sebagai CFO eBay dan HP Enterprise Services.
Selain soal kepemimpinan, Gelsinger juga mengkritik keputusan Intel mengalokasikan dana besar untuk mengembalikan keuntungan kepada pemegang saham melalui pembelian kembali saham (buyback) dan dividen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
