
Ilustrasi AI menjadi salah satu isu global yang menuntut ditetapkannya regulasi yang jelas dan mengikat. (Bernard Marr)
JawaPos.com - Komisi Eropa mulai memperketat penerapan aturan transparansi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Hal itu karena meningkatnya penyebaran konten palsu atau deepfake, penipuan digital, hingga manipulasi informasi yang semakin sulit dibedakan dari konten asli.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat mengetahui kapan mereka sedang berinteraksi dengan sistem AI atau ketika melihat konten yang dibuat maupun dimanipulasi menggunakan teknologi itu. Pengguna diharapkan dapat mengambil keputusan tepat sekaligus mengurangi risiko menjadi korban misinformasi maupun penipuan.
Dilansir dari laman Komisi Eropa, aturan tersebut menjadi bagian dari implementasi AI Act, regulasi kecerdasan buatan Uni Eropa yang mulai berlaku bertahap sejak 1 Agustus 2024.
Baca Juga:Saat Larry Ellison Bertaruh Besar pada AI, Oracle Justru Larang Kode AI di Proyek Java OpenJDK
Dalam pedoman terbaru yang diterbitkan Komisi Eropa, penyedia maupun pihak yang menggunakan sistem AI diwajibkan memberikan tanda yang jelas pada sejumlah jenis konten berbasis AI.
Kewajiban tersebut mencakup gambar, audio, dan video yang menyerupai orang, objek, lokasi, atau peristiwa nyata, termasuk konten deepfake.
Selain itu, aturan juga berlaku untuk teknologi pengenal emosi (emotion recognition), sistem kategorisasi biometrik, hingga teks yang dipublikasikan untuk kepentingan publik apabila tidak melalui proses peninjauan atau penyuntingan oleh manusia.
Tidak hanya label yang terlihat oleh pengguna, konten AI juga harus memiliki penanda yang dapat dibaca mesin (machine-readable marks).
Itu untuk mempermudah penerapannya, Uni Eropa telah menyiapkan seperangkat ikon resmi yang dapat digunakan sebagai penanda konten berbasis AI.
Komisi Eropa juga menegaskan bahwa masyarakat harus diberi informasi secara jelas ketika mereka berinteraksi dengan sistem AI, bukan manusia.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
