
Sam Altman, CEO OpenAI, mengatakan kekhawatiran tentang konsumsi air pusat data AI dinilai berlebihan (Business insider)
JawaPos.com - Pertumbuhan pesat kecerdasan buatan telah mendorong pembangunan pusat data dalam skala semakin besar di berbagai negara. Namun, ekspansi infrastruktur yang menopang layanan seperti ChatGPT juga memicu penolakan publik, terutama karena kekhawatiran bahwa kebutuhan komputasi AI akan meningkatkan konsumsi air dan membebani sumber daya lokal.
Sam Altman kini mencoba melawan persepsi tersebut. CEO OpenAI itu menilai kekhawatiran mengenai konsumsi air pusat data AI telah berkembang menjadi persoalan reputasi yang sulit dipatahkan, meskipun menurutnya gambaran bahwa seluruh pusat data merupakan "pemakan stok air bersih" tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan.
Dilansir dari Business Insider, Kamis (3/9/2026), Altman menyampaikan pandangannya dalam episode perdana podcast Sources bersama jurnalis teknologi Alex Heath yang diterbitkan Selasa. Dia mengatakan reputasi pusat data sebagai fasilitas yang sangat boros air telah menjadi persepsi yang mengakar.
"Itu telah menjadi narasi yang sangat kuat dan sulit dibantah, tetapi saya rasa narasi itu tidak akan bertahan ketika ditelaah secara saksama," ujar Altman.
Baca Juga:Penolakan Pusat Data AI Guncang Sam Altman, Ekspansi OpenAI Hadapi Krisis Kepercayaan Publik
Menurut Altman, pusat data modern pada umumnya menggunakan air dalam jumlah yang kira-kira setara dengan sebuah gedung perkantoran besar. Klaim itu sejalan dengan laporan komisi pemerintah negara bagian Virginia pada 2024 yang menemukan bahwa meskipun konsumsi air berbeda cukup besar antar fasilitas, sebagian besar pusat data menggunakan air dalam jumlah yang sama atau lebih sedikit dibandingkan gedung perkantoran besar rata-rata.
Meski demikian, persoalan tersebut tidak dapat begitu saja dianggap selesai. Konsumsi air telah menjadi salah satu titik utama dalam penolakan terhadap pembangunan pusat data. Survei Gallup yang diterbitkan pada Mei menunjukkan 71 persen warga Amerika Serikat menolak pembangunan pusat data di wilayah mereka. Sebanyak 70 persen mengkhawatirkan dampak lingkungannya, sementara 18 persen secara khusus menyoroti penggunaan air.
Kekhawatiran itu juga memiliki dasar faktual. Investigasi Business Insider tahun lalu menemukan pusat data ikut memperburuk krisis air di wilayah barat Amerika Serikat, antara lain akibat penggunaan sistem pendinginan evaporatif yang membutuhkan banyak air. Di sisi lain, Data Center Coalition menyatakan pengembang kini menggunakan beragam teknologi pendinginan, termasuk sistem tertutup dan sistem tanpa air, dengan mempertimbangkan ketersediaan air di lokasi masing-masing.
Untuk menggambarkan skalanya, Altman membandingkan penggunaan air ChatGPT dengan budidaya almond di California. "Orang-orang yang melahap 12 almond sekaligus, pada umumnya, tidak merasa bahwa mereka sedang melakukan sesuatu yang mengerikan dari perspektif penggunaan air," katanya. Dia berpendapat, menanam satu almond membutuhkan lebih banyak air daripada ribuan permintaan kepada ChatGPT.
Business Insider menyatakan tidak dapat memverifikasi secara independen perbandingan spesifik yang dilontarkan Altman tersebut. Namun, angka yang tersedia menunjukkan perbedaan skala yang besar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

4 Keunggulan Introvert yang Kini Justru Diinginkan oleh Banyak Orang Pada Era Modern
4 Faktor yang Membentuk Kepribadian Introvert Menurut Penjelasan Psikologi
Panser Biru Tanggapi Sanksi PSIS dan Larangan 6 Kali Away Usai Kericuhan di Ciamis
Ganggu Lingkungan Pemkot Surabaya Segel Usaha Potong Ayam di Tengah Kampung Bratang Gede
5 Kiat Introvert Menjadi Pemimpin Tangguh Tanpa Harus Mengubah Sifat Alami
Kenaikan Target Bansos 2026: Kemensos Wajibkan Registrasi Ulang Wajah
Prediksi Skor Flamengo vs Estudiantes: Misi Tuan Rumah Amankan Tiket Final Copa Libertadores 2026
Prediksi Skor PSBS Biak vs Barito Putera: Laskar Antasari Berpeluang Menang Telak
Prediksi Skor Alaves vs Malaga: Tuan Rumah Berpeluang Menang Satu Gol
Profil Kalam Salan, Anggota Parlemen Malaysia yang Kritik Prabowo Pakai Bahasa Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022